Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Fīhimā: di dalam keduanya, yaitu langit dan bumi.
- Ālihah: tuhan-tuhan atau sesembahan-sesembahan selain Allah.
- Illā Allāh: selain Allah (makna *illā* di sini adalah *ghairu* atau "selain").
- Lafasadatā: niscaya keduanya akan rusak dan hancur, tidak teratur, serta kehilangan keseimbangan.
- Subḥāna Allāh: Maha Suci Allah dari segala kekurangan dan sifat yang tidak layak bagi-Nya.
- Rab al-‘Arsy: Tuhan yang memiliki Arsy (singgasana agung), penguasa seluruh alam.
- Mā yaṣifūn: apa yang mereka sifatkan (kepada Allah), berupa tuduhan memiliki sekutu, anak, atau sifat-sifat batil lainnya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan keesaan-Nya dengan sebuah argumen yang sangat logis dan mudah dipahami oleh akal sehat. Jika di langit dan di bumi ini ada tuhan-tuhan lain selain Allah—yang masing-masing memiliki kehendak dan kekuasaan—maka pasti akan terjadi perselisihan dan pertentangan di antara mereka. Setiap tuhan tentu ingin mengatur alam sesuai keinginannya sendiri, sehingga akan timbul kekacauan, kerusakan, dan kehancuran di seluruh alam semesta. Namun, kenyataannya kita melihat langit dan bumi ini berjalan dengan sangat teratur, matahari terbit dan terbenam sesuai waktunya, bintang-bintang beredar pada porosnya, serta segala sesuatu berlangsung dalam harmoni yang sempurna. Ini adalah bukti nyata bahwa hanya ada satu Tuhan yang mengatur semuanya, yaitu Allah Yang Maha Esa.
Oleh karena itu, Allah menyucikan diri-Nya dari segala apa yang mereka tuduhkan, yaitu tuduhan bahwa Dia memiliki sekutu atau anak. Allah Maha Suci dari semua itu. Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung, penguasa mutlak seluruh alam, dan tidak ada satu pun yang setara atau menyerupai-Nya.
Pesan Dakwah:
Ayat ini mengajak kita untuk merenungkan kebesaran Allah melalui keteraturan alam semesta. Setiap kali kita melihat langit yang indah, bumi yang luas, dan seluruh isinya, ingatlah bahwa semua ini adalah bukti nyata keesaan Allah. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menciptakan atau mengatur alam semesta ini selain Allah. Maka, sudah sepatutnya kita sebagai hamba hanya menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Iman kepada keesaan Allah adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan bertauhid, hati kita menjadi tenang, hidup kita terarah, dan kita akan meraih ridha Allah. Mari kita jauhi segala bentuk kesyirikan dan dekatkan diri kita kepada Allah, karena hanya Dia-lah satu-satunya Tuhan yang layak disembah dan tempat kita memohon pertolongan.
📜 Ayat 20-24 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 22
Surat Al-Anbiya Ayat 22 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah,…Surat Ayat 22/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








