Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Am (أَمْ): di sini bermakna "bahkan", digunakan untuk memindahkan pembicaraan dari satu hal kepada hal lain yang lebih penting, sekaligus mengandung makna sanggahan dan pengingkaran.
- Ittakhadzu (اتَّخَذُوا): mereka mengambil/menjadikan.
- Alihatan (آلِهَةً): tuhan-tuhan (jamak dari ilah).
- Minal-ardhi (مِنَ الْأَرْضِ): dari bumi, maksudnya makhluk bumi seperti patung-patung dan berhala yang terbuat dari tanah, batu, kayu, atau logam.
- Yunsyirun (يُنشِرُونَ): menghidupkan orang mati (membangkitkan mereka).
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mencela orang-orang musyrik dengan pertanyaan yang mengandung makna sanggahan yang tegas: "Bahkan apakah mereka menjadikan tuhan-tuhan dari bumi yang mereka sendiri mampu menghidupkan orang mati?" Tentu saja tidak! Pertanyaan ini adalah bentuk pengingkaran dan penolakan terhadap keyakinan mereka yang keliru.
Mereka menyembah berhala-berhala yang terbuat dari bumi—patung-patung yang tidak bernyawa, tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak mampu berbuat apa-apa. Bagaimana mungkin makhluk yang demikian lemah dan hina dijadikan sebagai sesembahan? Salah satu sifat ketuhanan yang paling mendasar adalah kemampuan untuk menghidupkan dan mematikan. Namun berhala-berhala mereka tidak mampu menghidupkan seekor lalat pun, bahkan tidak mampu menolak gangguan seekor lalat sekalipun!
Ayat ini dengan indahnya mengajak kita merenung: jika tuhan yang mereka sembah itu tidak mampu menghidupkan orang mati, maka bagaimana mungkin ia layak disembah? Sungguh, hanya Allah Yang Maha Hidup, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang berhak menerima ibadah. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan kepada-Nya kalian semua akan dikembalikan.
Pelajaran dan Hikmah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan bersama! Betapa besarnya nikmat Allah yang telah memberikan kita akal yang sehat untuk membedakan antara yang hak dan yang batil. Allah tidak pernah memerintahkan kita untuk menyembah sesuatu yang lemah dan tidak berdaya. Sebaliknya, Dia mengajak kita mengenal-Nya melalui tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta ini.
Lihatlah bagaimana Allah menghidupkan bumi yang mati dengan turunnya hujan, lalu tumbuhlah berbagai tanaman yang menghijau. Itulah gambaran kekuasaan Allah dalam menghidupkan manusia setelah mati kelak. Maka, marilah kita senantiasa memperbaiki ibadah kita, mengikhlaskan hati hanya untuk Allah semata, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan. Karena keselamatan dan kebahagiaan hakiki hanya akan diraih oleh orang-orang yang bertauhid dan beramal saleh.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertauhid dan istiqamah di atas jalan yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 19-23 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 21
Surat Al-Anbiya Ayat 21 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang…Surat Ayat 21/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 19–23. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








