Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Żā'iqah (ذَائِقَةُ): Yang merasakan, yang pasti mengalaminya.
- Nablūkum (نَبْلُوكُم): Kami menguji kalian, Kami menguji dengan cobaan.
- Fitnah (فِتْنَةً): Ujian, cobaan, atau ujian yang membedakan antara yang baik dan yang buruk.
- Turja'ūn (تُرْجَعُونَ): Kalian akan dikembalikan, kalian akan kembali.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, setiap jiwa yang bernyawa, baik yang beriman maupun yang kafir, pasti akan merasakan kematian. Tidak ada satu pun makhluk pun yang dapat lari dari ketetapan ini, betapa pun lama usia yang diberikan di dunia ini. Kematian adalah kepastian yang tidak bisa ditawar-tawar, dan ia adalah pintu menuju kehidupan yang abadi.
Kehidupan dunia ini bukanlah tempat tinggal yang kekal, melainkan ladang ujian dan cobaan. Allah ﷻ menguji kalian dengan berbagai macam keadaan—kadang dengan kebaikan seperti kesehatan, kekayaan, dan kesenangan, kadang pula dengan keburukan seperti penyakit, kemiskinan, dan kesedihan. Semua itu adalah ujian untuk mengungkap hakikat keimanan dan kesabaran seseorang. Apakah ia bersyukur ketika diberi nikmat? Apakah ia bersabar ketika ditimpa musibah? Inilah makna dari firman Allah: *"Dan Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan."*
Setelah semua ujian itu selesai, maka kalian semua akan kembali kepada Allah ﷻ, bukan kepada selain-Nya. Di sanalah kalian akan menerima balasan yang setimpal atas segala amal perbuatan kalian selama di dunia. Tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya, dan tidak ada satu pun yang terzalimi di sisi-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju akhirat. Maka, janganlah kita terlena dengan gemerlap dunia yang fana ini. Jadikanlah setiap detik kehidupan sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Ketika Allah menguji kita dengan kebaikan, janganlah sombong dan lupa diri. Bersyukurlah dan gunakan nikmat itu untuk hal-hal yang diridhai-Nya. Ketika Allah menguji kita dengan keburukan, janganlah berputus asa dan mengeluh. Bersabarlah dan yakinlah bahwa di balik setiap ujian ada hikmah dan pahala yang besar. Ingatlah, ujian adalah tanda kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, karena dengan ujian itu dosa-dosa kita dihapuskan dan derajat kita ditingkatkan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat setiap hari, agar hati kita tidak terikat pada dunia yang sementara ini. Sesungguhnya kebahagiaan sejati bukanlah terletak pada banyaknya harta atau tingginya pangkat, melainkan pada ketenangan hati dalam beribadah kepada Allah dan kesiapan diri untuk menghadapi hari perhitungan. Semoga Allah ﷻ memberikan kita kekuatan untuk bersabar dalam ujian, bersyukur dalam nikmat, dan memudahkan kita untuk kembali kepada-Nya dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.
📜 Ayat 33-37 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 35
Surat Al-Anbiya Ayat 35 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu…Surat Ayat 35/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 33–37. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








