Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْخُلْدَ (al-khulda): kekekalan atau hidup abadi di dunia tanpa mengalami kematian.
- أَفَإِن مِّتَّ (a-fa-in mitta): maka apakah jika engkau wafat/meninggal dunia.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, Allah menegaskan bahwa Dia tidak pernah menjadikan seorang manusia pun sebelum engkau hidup kekal abadi di dunia ini. Semua nabi dan rasul terdahulu — Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan seluruh utusan Allah — semuanya telah merasakan kematian. Tidak ada satu pun dari mereka yang dikecualikan dari sunnatullah (ketetapan Allah) ini. Maka jika demikian halnya, apakah mungkin jika engkau wafat, mereka (kaum musyrik Quraisy) akan hidup kekal setelahmu? Tentu tidak! Mereka pun akan mati sebagaimana manusia lainnya.
Ayat ini turun sebagai jawaban atas ejekan dan harapan buruk orang-orang kafir yang mengatakan, "Kami menunggu kematian Muhammad," atau mereka yang mengira bahwa Rasulullah ﷺ akan mati sementara mereka tetap hidup abadi. Allah membantah anggapan keliru ini dengan tegas: kematian adalah ketetapan yang berlaku bagi seluruh umat manusia, termasuk para nabi dan rasul. Tidak ada seorang pun yang kekal di dunia ini.
Ayat ini juga menjadi dalil bahwa Nabi Khidir 'alaihis salam telah wafat, karena beliau adalah seorang manusia biasa yang tidak terkecuali dari hukum kematian. Anggapan sebagian orang bahwa Khidir masih hidup hingga kini adalah anggapan yang keliru dan tidak berdasar.
Pesan Dakwah dan Pelajaran Berharga:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah hakikat yang sangat penting: dunia ini hanyalah persinggahan sementara, bukan tempat tinggal abadi. Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian, tidak peduli siapa pun dia — raja atau rakyat, kaya atau miskin, nabi atau manusia biasa. Maka janganlah kita tertipu oleh gemerlap dunia yang fana ini.
Ketahuilah, bahwa kehidupan yang kekal dan abadi hanyalah di akhirat. Maka jadikanlah dunia ini sebagai ladang amal untuk menuai kebahagiaan abadi di surga-Nya. Janganlah kita sibuk mengejar dunia yang pasti ditinggalkan, lalu melupakan akhirat yang pasti akan kita hadapi. Rasulullah ﷺ — manusia paling mulia di sisi Allah — pun wafat meninggalkan dunia ini. Lalu apa yang membuat kita lalai dan merasa aman dari kematian?
Marilah kita perbanyak amal saleh, perbaiki ibadah, dan tingkatkan ketakwaan kepada Allah. Karena sesungguhnya, bekal terbaik untuk perjalanan panjang menuju akhirat adalah ketakwaan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kita husnul khatimah dan mempertemukan kita dengan Rasulullah ﷺ di telaga surga-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 32-36 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 34
Surat Al-Anbiya Ayat 34 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu…Surat Ayat 34/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 32–36. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








