Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تَابُوا: kembali dari dosa dan menyesali perbuatan dengan tekad kuat untuk tidak mengulanginya.
- وَأَصْلَحُوا: memperbaiki amal perbuatan dan keadaan mereka setelah bertaubat.
- غَفُورٌ رَّحِيمٌ: Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang bertaubat.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini datang sebagai pintu rahmat yang terbuka lebar bagi mereka yang pernah terjerumus dalam dosa besar, yaitu menuduh wanita-wanita suci berbuat zina. Setelah Allah menyebutkan hukuman yang berat bagi para penuduh, yaitu dicambuk delapan puluh kali dan ditolak persaksiannya selamanya, maka Allah mengecualikan mereka yang bertaubat dengan tulus.
Allah berfirman: *"Kecuali orang-orang yang bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri"* — maksudnya, mereka yang menyesali perbuatan kejinya, kembali kepada Allah dengan penuh penyesalan, dan kemudian memperbaiki amal serta keadaan mereka. Maka Allah membuka pintu ampunan bagi mereka, menerima taubat mereka, dan mengembalikan hak persaksian mereka setelah sebelumnya ditolak. Ini adalah bukti betapa luasnya rahmat Allah dan betapa besar kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang berdosa namun kembali kepada-Nya.
Sungguh, Allah adalah Ghafūr (Maha Pengampun) yang menghapus dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat, dan Rahīm (Maha Penyayang) yang melimpahkan rahmat dan kebaikan-Nya kepada mereka. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni oleh Allah selama hamba-Nya jujur dalam taubatnya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah betapa indahnya ajaran Islam! Ia tidak pernah menutup pintu taubat bagi siapa pun, meskipun dosanya sebesar gunung. Allah yang Maha Pengampun selalu menanti hamba-Nya yang ingin kembali. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena putus asa dari rahmat-Nya adalah dosa yang lebih besar.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa setiap manusia bisa saja tergelincir dalam kesalahan, tetapi yang terbaik di antara mereka adalah yang segera bertaubat dan memperbaiki diri. Taubat yang benar bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi disertai penyesalan di hati, meninggalkan dosa, dan memperbaiki amal. Maka marilah kita senantiasa menjaga lisan kita dari menuduh dan menggunjing, karena dosa lisan sangat berat di sisi Allah.
Dan bagi siapa pun yang pernah berbuat dosa, janganlah ia merasa hina dan jauh dari Allah. Sesungguhnya Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan seseorang yang menemukan untanya yang hilang di padang pasir yang luas. Maka bersegeralah kembali kepada Allah, perbaikilah keadaanmu, dan niscaya engkau akan merasakan manisnya iman dan ketenangan hati. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan rahmat-Nya meliputi segala sesuatu.
📜 Ayat 3-7 — An-Nur
Terjemah — An-Nur 5
Surat An-Nur Ayat 5 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka…Surat Ayat 5/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








