Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- إِذْ قَالَ (idz qāla): Ingatlah ketika dia berkata. Kata ini menunjukkan waktu terjadinya peristiwa yang diceritakan.
- أَخُوهُمْ (akhūhum): Saudara mereka. Maksudnya adalah saudara senasab dan sebangsa, bukan saudara seagama, karena Nabi Nuh 'alaihis salam berasal dari kaumnya sendiri.
- نُوحٌ (Nūḥ): Nabi Nuh 'alaihis salam, seorang rasul yang diutus kepada kaumnya yang menyembah berhala.
- أَلَا تَتَّقُونَ (alā tattaqūn): Tidakkah kalian bertakwa? Yakni, tidakkah kalian takut kepada Allah dan menjauhi azab-Nya dengan meninggalkan kemusyrikan dan beribadah hanya kepada-Nya?
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini mengisahkan tentang kaum Nabi Nuh 'alaihis salam yang mendustakan risalah yang dibawa oleh nabi mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Ingatlah ketika saudara mereka, yaitu Nabi Nuh, berkata kepada mereka: 'Tidakkah kalian bertakwa kepada Allah?'"
Nabi Nuh 'alaihis salam adalah seorang yang mulia, lahir dan besar di tengah-tengah kaumnya, sehingga beliau adalah saudara mereka dalam nasab dan kekerabatan. Namun, kaumnya telah tersesat jauh dari jalan kebenaran. Mereka menyembah berhala-berhala yang tidak memberikan manfaat maupun mudarat. Maka, dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, Nabi Nuh menyeru mereka dengan pertanyaan yang menyentuh hati: "Tidakkah kalian bertakwa kepada Allah?" Pertanyaan ini adalah ajakan yang penuh hikmah, mengajak mereka untuk merenung dan kembali kepada fitrah mereka yang suci.
Makna "bertakwa" di sini adalah menjadikan iman dan amal saleh sebagai perisai yang melindungi mereka dari azab Allah, dengan cara meninggalkan segala bentuk penyembahan selain Allah dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya semata. Nabi Nuh mengingatkan mereka bahwa Allah adalah Pencipta, Pemelihara, dan Pengatur seluruh alam semesta. Dialah yang berhak disembah, bukan patung-patung yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri.
Ayat ini juga mengajarkan kepada kita bahwa dakwah kepada kebaikan harus dimulai dari orang-orang terdekat, dan dilakukan dengan cara yang lembut serta penuh kasih sayang. Nabi Nuh tidak langsung menghardik atau mencela kaumnya, melainkan mengajak mereka berpikir dengan pertanyaan yang menggugah kesadaran mereka. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua dalam berdakwah dan menasihati sesama.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah Nabi Nuh 'alaihis salam ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kehidupan kita. Beliau adalah teladan dalam kesabaran dan kelembutan berdakwah. Meskipun kaumnya terus-menerus mendustakan dan menolak seruannya, beliau tidak pernah bosan mengajak mereka kepada kebaikan.
Pertanyaan "Tidakkah kalian bertakwa?" adalah panggilan yang penuh cinta, mengingatkan kita bahwa ketakwaan adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ketakwaan bukanlah beban, melainkan rahmat yang melindungi kita dari segala keburukan. Dengan bertakwa, hati kita menjadi tenang, hidup kita menjadi berkah, dan kita akan meraih keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai renungan bagi diri kita masing-masing. Sudahkah kita benar-benar bertakwa kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan kita? Sudahkah kita meninggalkan segala hal yang dilarang-Nya dan menjalankan segala perintah-Nya dengan ikhlas? Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing kita untuk menjadi hamba-hamba yang bertakwa, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendengarkan seruan para nabi dan rasul-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 104-108 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 106
Surat Asy-Syu'ara Ayat 106 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak…Surat Ayat 106/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 104–108. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








