Asy-Syu'ara · 105/227
Terjemah Transliterasi — Asy-Syu'ara
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ ۝١٠٥
Kazzabat qawmu Noohinil Mursaleen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • كَذَّبَتْ : Mendustakan, menolak kebenaran.
  • قَوْمُ نُوحٍ : Kaum Nabi Nuh 'alaihissalam.
  • الْمُرْسَلِينَ : Para rasul yang diutus oleh Allah.

Tafsir Ayat:

Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan tentang kebinasaan kaum Nabi Nuh 'alaihissalam. Mereka mendustakan risalah yang dibawa oleh Nabi Nuh, padahal dengan mendustakan seorang rasul saja, berarti mereka telah mendustakan seluruh rasul. Hal ini karena seluruh rasul datang dengan membawa ajaran yang satu, yaitu tauhid dan beribadah hanya kepada Allah semata. Barangsiapa mendustakan seorang nabi, maka sesungguhnya ia telah mendustakan semua nabi dan rasul, karena mereka semua diutus oleh Dzat yang sama dan membawa risalah yang sama.

Nabi Nuh 'alaihissalam adalah rasul pertama yang diutus kepada kaumnya yang telah menyimpang dari jalan Allah. Mereka menyembah berhala-berhala dan mempersekutukan Allah. Ketika Nabi Nuh datang membawa kebenaran, mereka justru menolak dan mendustakannya. Padahal Nabi Nuh adalah saudara mereka sendiri yang dikenal jujur dan amanah, namun kesombongan dan keangkuhan mereka menghalangi hati mereka untuk menerima kebenaran.

Pelajaran dan Hikmah:

Sungguh, kisah ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Bahwa mendustakan kebenaran adalah awal dari kehancuran. Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya yang berbuat zalim dan menolak kebenaran tanpa mendapat balasan. Namun di sisi lain, kisah ini juga menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Nabi Nuh dan pengikutnya yang beriman diselamatkan dari azab yang membinasakan kaum yang mendustakan.

Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin bagi diri kita. Janganlah kita termasuk golongan yang mendustakan kebenaran, baik dengan perkataan maupun perbuatan. Hendaknya kita senantiasa membuka hati untuk menerima kebenaran, mengikuti petunjuk para rasul, dan menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan. Karena kebahagiaan sejati hanya akan kita peroleh dengan beriman kepada Allah dan mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di atas jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari sifat-sifat kaum yang mendustakan para rasul. Aamiin.



📜 Ayat 103-107 — Asy-Syu'ara

103إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
104وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
105كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
106إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ
Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?
107إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Asy-Syu'araIndeks Quran
227Ayat
MakkiyahRevelation
105Ayat

Terjemah — Asy-Syu'ara 105

Surat Asy-Syu'ara Ayat 105 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.

Surat Ayat 105/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 103–107. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu