Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Am ḥasiba (أَمْ حَسِبَ): Bahkan apakah mereka mengira/menyangka.
- Alladzīna ya'malūna as-sayyi'āt (الَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ): Orang-orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan buruk, yaitu kekufuran, kemusyrikan, dan kemaksiatan.
- An yasbiqūnā (أَن يَسْبِقُونَا): Bahwa mereka akan mendahului Kami, yakni lolos dan luput dari jangkauan kekuasaan Kami.
- Sā'a mā yaḥkumūn (سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ): Sangat buruk apa yang mereka putuskan/anggap.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dengan nada yang mengandung kecaman dan teguran keras: "Bahkan apakah orang-orang yang mengerjakan berbagai perbuatan buruk—baik berupa kekufuran, kemusyrikan, maupun kemaksiatan lainnya—mengira bahwa mereka akan mampu mendahului Kami dan lolos dari jangkauan kekuasaan Kami? Sungguh, sangat buruk keputusan yang mereka tetapkan untuk diri mereka sendiri."
Ayat ini merupakan bantahan tegas terhadap anggapan keliru yang bersemayam dalam hati orang-orang kafir dan para pelaku dosa. Mereka menyangka bahwa dengan kekuatan, harta, atau tipu daya mereka, mereka dapat luput dari pengawasan Allah dan terlepas dari azab-Nya. Padahal, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada satu pun makhluk yang mampu melemahkan-Nya atau menghindari ketentuan-Nya.
Sungguh buruk penilaian mereka itu! Mereka mengira dapat mengalahkan Allah atau setidaknya menghindari hukuman-Nya, padahal tidak ada yang tersembunyi dari Allah, baik yang di langit maupun di bumi. Setiap amal perbuatan akan diperhitungkan dengan adil, dan setiap jiwa akan menerima balasan yang setimpal sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya.
Renungan dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, betapa banyak di antara kita yang terlena dengan kehidupan dunia dan merasa aman dari azab Allah. Mereka berbuat dosa dengan leluasa, seolah-olah tidak ada yang mengawasi dan tidak ada hari pembalasan. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Melihat dan Maha Mengawasi setiap gerak-gerik hamba-Nya.
Ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah (muraqabah), sehingga kita berhati-hati dalam setiap langkah dan perbuatan. Jangan pernah merasa aman dari rencana Allah, karena tidak ada yang lebih merugi daripada orang yang tertipu oleh angan-angannya sendiri.
Sebaliknya, bagi mereka yang beriman dan beramal saleh, ayat ini menjadi kabar gembira bahwa Allah senantiasa menjaga dan melindungi hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan amal kebaikan sekecil apa pun, dan Dia akan memberikan balasan yang berlipat ganda di dunia maupun di akhirat.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa menjauhi segala bentuk kemaksiatan, memperbanyak amal kebaikan, dan tidak pernah merasa aman dari murka Allah. Karena sesungguhnya, orang yang beruntung adalah mereka yang senantiasa kembali kepada Allah dengan hati yang bersih dan amal yang saleh.
📜 Ayat 2-6 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 4
Surat Ayat 4/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 2–6. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








