Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Matā'un (مَتَاعٌ): kesenangan atau kenikmatan yang bersifat sementara.
- Qalīl (قَلِيلٌ): sedikit, tidak kekal, dan akan segera berakhir.
- Ma'wāhum (مَأْوَاهُمْ): tempat kembali atau tempat tinggal mereka.
- Jahannam (جَهَنَّمُ): neraka yang menjadi tempat azab paling pedih.
- Al-Mihād (الْمِهَادُ): hamparan, alas, atau tempat tidur.
Tafsir:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah dengan hati yang jernih tentang hakikat kehidupan dunia ini. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita bahwa segala kesenangan yang dinikmati oleh orang-orang yang lalai dari perintah-Nya—baik berupa harta, tahta, kemewahan, maupun kenikmatan duniawi lainnya—hanyalah kesenangan yang sedikit dan sementara. Ia bagaikan tetesan air di padang pasir yang kering; segera menguap dan hilang tanpa bekas. Betapa banyak orang yang tertipu oleh gemerlap dunia, lupa bahwa semua itu hanyalah persinggahan singkat yang akan ditinggalkan dalam sekejap mata.
Namun, yang lebih mengerikan adalah akhir perjalanan mereka. Setelah kesenangan dunia yang fana itu berakhir, maka tempat kembali mereka adalah neraka Jahannam. Sungguh, itulah seburuk-buruknya hamparan dan tempat tinggal. Betapa hinanya tempat peristirahatan yang penuh dengan api yang menyala-nyala, azab yang tiada henti, dan penyesalan yang tiada berguna.
Saudaraku, ayat ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi kita semua. Janganlah kita termasuk golongan yang tertipu oleh kilauan dunia yang menipu. Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini hanyalah ladang untuk akhirat. Setiap detik yang kita lalui adalah kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah, beramal saleh, dan mempersiapkan bekal menuju kampung akhirat yang kekal.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat agar kita tidak terlena dengan kesenangan sesaat yang melalaikan kita dari tujuan hidup yang sebenarnya. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang lagi Maha Pengasih, Dia membukakan pintu taubat bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya. Jangan biarkan kesenangan dunia yang sedikit ini menghalangi kita dari kebahagiaan abadi di surga-Nya yang penuh kenikmatan tiada tara. Semoga Allah menjauhkan kita dari neraka dan mengumpulkan kita bersama orang-orang yang berbahagia di akhirat kelak. Aamiin.
📜 Ayat 195-199 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 197
Surat Ayat 197/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 195–199. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








