Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَقْلَامٌ (Aqlām): Pena-pena atau alat tulis yang digunakan untuk menulis.
- يَمُدُّهُ (Yamudduhu): Menambahnya, mengalirkannya, atau mengisinya.
- مِن بَعْدِهِ (Min ba'dihi): Selainnya, atau di sampingnya (laut yang lain).
- كَلِمَاتُ اللَّهِ (Kalimātullāh): Kalam Allah, firman-firman-Nya, ilmu dan hikmah-Nya yang tidak terbatas.
- عَزِيزٌ (Azīz): Maha Perkasa, Yang tidak terkalahkan dan tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.
- حَكِيمٌ (Hakīm): Maha Bijaksana, Yang sempurna dalam ciptaan, perintah, dan pengaturan-Nya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: *"Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), yang ditambah setelahnya dengan tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis kalimat-kalimat Allah."*
Ayat yang agung ini menggambarkan kepada kita tentang kebesaran dan keagungan ilmu serta kalam Allah yang tidak terbatas. Allah memberikan perumpamaan yang sangat indah dan mudah dipahami oleh akal manusia: seandainya seluruh pohon yang ada di muka bumi ini—dari pohon kurma, pohon zaitun, pohon jati, hingga semua jenis pohon yang ada—ditebang dan dijadikan pena-pena untuk menulis, dan seluruh lautan di bumi ini dijadikan tinta, kemudian ditambah lagi dengan tujuh lautan yang sangat luas dan dalam, lalu digunakan untuk menulis kalimat-kalimat Allah—yakni ilmu, hikmah, dan firman-firman-Nya—maka pena-pena itu akan habis dan patah, dan tinta itu pun akan kering dan habis, tetapi kalimat-kalimat Allah tidak akan pernah habis dan tidak akan pernah selesai ditulis.
Ini menunjukkan bahwa ilmu Allah, kalam-Nya, dan hikmah-Nya tidak terbatas dan tidak bertepi. Sebagaimana firman-Nya dalam ayat lain: *"Katakanlah: Seandainya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, niscaya habislah lautan itu sebelum selesai penulisan kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu pula."* (QS. Al-Kahfi: 109)
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan dua nama-Nya yang agung: *"Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."* Maha Perkasa, karena Dia tidak terkalahkan dan tidak ada yang dapat menghalangi kehendak-Nya. Maha Bijaksana, karena segala sesuatu yang Dia ciptakan dan tetapkan pasti mengandung hikmah yang sempurna.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah kebesaran Allah melalui ayat ini. Jika seluruh alam semesta ini dijadikan pena dan tinta untuk menulis ilmu Allah, niscaya semuanya akan habis dan kering, tetapi ilmu Allah tetap abadi dan tidak pernah berkurang. Betapa kecilnya kita di hadapan kebesaran-Nya, dan betapa agungnya Allah yang kita sembah!
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk senantiasa merendahkan hati, tidak sombong dengan ilmu yang kita miliki, karena betapa pun banyaknya ilmu manusia, ia hanyalah setetes air di tengah samudra ilmu Allah yang tak bertepi. Mari kita jadikan ayat ini sebagai motivasi untuk terus belajar, terus menggali ilmu, dan terus mendekatkan diri kepada Allah, karena semakin kita mengenal-Nya, semakin kita mencintai-Nya, dan semakin kita menyadari betapa agungnya Dia yang telah menciptakan kita.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa bersyukur, berilmu, dan beramal saleh. Aamiin.
📜 Ayat 25-29 — Luqman
Terjemah — Luqman 27
Surat Luqman Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi…Surat Ayat 27/34 — Luqman لقمان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Luqman Dengarkan, Luqman Terjemah, Luqman mp3, Luqman pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








