Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ (uswatun hasanah): Teladan yang baik. Yakni contoh yang sempurna dalam segala hal, baik perkataan, perbuatan, maupun sikap hidup.
- يَرْجُو (yarjū): Mengharap. Maksudnya mengharapkan rahmat, pahala, dan karunia dari Allah.
- وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (wa dzakara Allāha katsīran): Dan mengingat Allah dengan banyak. Yakni senantiasa berdzikir kepada Allah dalam segala keadaan, baik suka maupun duka.
Tafsir Lengkap:
Wahai kaum mukminin yang dicintai Allah, sungguh telah Allah anugerahkan kepada kalian sebuah teladan yang agung dan sempurna dalam diri Rasulullah ﷺ. Beliau adalah manusia pilihan yang Allah jadikan sebagai cermin akhlak terbaik, panutan dalam setiap langkah kehidupan. Dalam perkataan, perbuatan, sikap, hingga kondisi beliau sehari-hari, terkumpul seluruh kebaikan yang patut kalian contoh.
Ketika perang berkecamuk, beliau hadir di barisan terdepan, tidak mundur selangkah pun. Beliau tidak pernah bersembunyi di balik benteng, tidak pula menyelamatkan diri sendiri. Maka bagaimana mungkin kalian enggan berkorban demi agama Allah, sementara junjungan kalian sendiri telah memberikan segalanya? Inilah pelajaran berharga bahwa keimanan itu bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan pembuktian dengan jiwa dan harta.
Namun perlu kalian ketahui, wahai saudaraku, bahwa teladan yang mulia ini hanya akan diikuti dan diambil manfaatnya oleh orang-orang yang benar-benar mengharap Allah dan hari akhir. Yaitu mereka yang hatinya tertambat pada pahala Allah, yang merindukan surga-Nya, dan yang takut akan siksa-Nya. Mereka inilah yang senantiasa mengingat Allah dalam setiap hembusan napas, dalam setiap keadaan, baik ketika senang maupun susah, baik di waktu lapang maupun sempit. Dzikir mereka bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan kesadaran yang meresap ke dalam sanubari, yang melahirkan ketakwaan dan keikhlasan.
Adapun orang yang tidak mengharap pertemuan dengan Allah, yang tidak mengimani hari pembalasan, dan yang lalai dari mengingat Allah, maka ia tidak akan pernah tergerak untuk meneladani Rasulullah ﷺ. Hatinya keras, jiwanya kering dari kebaikan, dan ia pun terhalang dari keberkahan mengikuti jejak sang Nabi.
Saudaraku seiman, mari kita renungkan: bukankah kita semua mendambakan kebahagiaan hakiki? Bukankah kita semua ingin selamat di dunia dan akhirat? Maka tidak ada jalan yang lebih pasti selain mengikuti jejak Rasulullah ﷺ. Jadikanlah beliau sebagai kompas hidup kita. Dalam setiap keputusan, setiap sikap, setiap tutur kata, dan setiap amal perbuatan, bertanyalah pada diri sendiri: "Bagaimana kiranya Rasulullah ﷺ bersikap dalam keadaan seperti ini?"
Sungguh, Allah telah membukakan pintu kebaikan yang sangat luas bagi kita melalui ayat ini. Ia mengingatkan bahwa teladan terbaik itu ada, nyata, dan dekat dengan kita. Maka perbanyaklah mengingat Allah, niscaya hati kita menjadi tenang. Perbanyaklah mengharap rahmat-Nya, niscaya langkah kita menjadi mantap. Dan ikutilah sunnah Rasul-Nya, niscaya hidup kita menjadi berkah dan diridhai Allah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengharap rahmat-Nya, mengingat-Nya dalam setiap keadaan, dan istiqamah di atas teladan Nabi-Nya yang mulia. Aamiin.
📜 Ayat 19-23 — Al-Ahzab
Terjemah — Al-Ahzab 21
Surat Al-Ahzab Ayat 21 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang…Surat Ayat 21/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 19–23. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








