Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَطَمَسْنَا (Latamasnaa): Kami hapuskan atau lenyapkan.
- أَعْيُنِهِمْ (A'yunihim): Mata-mata mereka.
- فَاسْتَبَقُوا (Fastabaquu): Maka mereka berlomba-lomba atau bersegera.
- الصِّرَاطَ (Ash-Shiraath): Jalan yang lurus atau jalan yang mereka tuju.
- فَأَنَّى (Fa-annaa): Maka bagaimana mungkin.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah kebesaran dan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang tiada batasnya. Dalam ayat yang mulia ini, Allah mengingatkan kita tentang kuasa-Nya yang mutlak atas segala sesuatu, termasuk atas penglihatan manusia.
Allah berfirman: *"Dan jika Kami kehendaki, niscaya Kami hapuskan penglihatan mata mereka."* Maksudnya, jika Allah menghendaki untuk melenyapkan penglihatan kaum musyrik Quraisy yang mendustakan kebenaran, maka Allah mampu melakukannya dengan mudah. Allah dapat menghilangkan cahaya dari mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat apa pun, sebagaimana Allah juga telah mengunci hati dan pendengaran mereka dari menerima kebenaran.
Kemudian Allah berfirman: *"Maka mereka berlomba-lomba menuju jalan (shirath)."* Artinya, seandainya penglihatan mereka dihapuskan, lalu mereka mencoba untuk bersegera mencari jalan yang lurus agar dapat melewatinya menuju tujuan mereka, maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat jalan tersebut? Tentu mereka tidak akan mampu menemukannya karena mata mereka telah dibutakan. Mereka akan tersesat dan kebingungan, tidak tahu arah mana yang harus mereka tempuh.
Firman Allah: *"Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?"* Ini adalah pertanyaan yang menunjukkan kemustahilan. Bagaimana mungkin orang yang matanya telah dihapus penglihatannya mampu melihat jalan yang lurus? Tentu mustahil. Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu dalam kesesatan; mereka tidak mampu melihat kebenaran yang jelas, sebagaimana orang buta tidak mampu melihat jalan di hadapannya.
Para ulama juga menjelaskan bahwa makna ayat ini adalah: seandainya Allah berkehendak, niscaya Allah akan mengunci hati mereka dalam kekufuran sehingga tidak seorang pun dari mereka yang akan mendapat petunjuk selamanya. Namun, Allah dengan hikmah dan keadilan-Nya membiarkan mereka memilih jalan mereka sendiri, sebagai ujian dan agar tegak hujjah atas mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dicintai Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat dalam. Betapa lemahnya manusia di hadapan kekuasaan Allah. Nikmat penglihatan yang selama ini kita miliki adalah anugerah yang sangat besar dari Allah. Bayangkan jika suatu saat Allah mencabutnya, betapa sulitnya hidup ini. Maka sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat mata yang sehat, dan menggunakan penglihatan ini untuk hal-hal yang diridhai Allah, bukan untuk melihat kemaksiatan dan hal-hal yang diharamkan.
Ayat ini juga menjadi peringatan bagi orang-orang yang menutup mata hatinya dari kebenaran. Mereka mungkin memiliki mata yang sehat secara fisik, namun hati mereka buta untuk melihat kebenaran Islam. Mereka melihat tanda-tanda kebesaran Allah di langit dan di bumi, namun mereka berpaling dan tidak mau beriman. Sungguh, kebutaannya mata hati jauh lebih berbahaya daripada kebutaannya mata fisik.
Marilah kita senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan hati yang bersih, mata hati yang terbuka untuk melihat kebenaran, dan istiqamah di atas jalan yang lurus. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing kita semua ke jalan yang diridhai-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 64-68 — Yasin
Terjemah — Yasin 66
Surat Yasin Ayat 66 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka;…Surat Ayat 66/83 — Yasin يس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yasin Dengarkan, Yasin Terjemah, Yasin mp3, Yasin pdf. Ayat 64–68. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








