Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-Kata:
- فَنَبَذْنَاهُ (fa-nabadznāhu): Kami lemparkan dia. Maksudnya, Allah melemparkan Nabi Yunus ‘alaihissalam dari dalam perut ikan paus.
- بِالْعَرَاءِ (bil-‘arā`): tanah lapang yang kosong, tidak ada pohon, bangunan, atau tempat berteduh sama sekali.
- سَقِيمٌ (saqīm): sakit, lemah, dan tidak berdaya.
Tafsir Ayat:
Setelah Nabi Yunus ‘alaihissalam berada di dalam perut ikan paus selama beberapa waktu—sebagai ujian dan teguran dari Allah karena ia meninggalkan kaumnya tanpa izin—Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kuasa dan rahmat-Nya memerintahkan ikan paus itu untuk melemparkan beliau ke sebuah daratan yang kosong dan tandus. Tidak ada pepohonan yang menaungi, tidak ada bangunan yang melindungi, dan tidak ada sumber makanan yang terlihat. Di tempat itulah beliau dibaringkan dalam keadaan sakit, lemah, dan letih—baik secara fisik karena terombang-ambing di dalam kegelapan perut ikan, maupun secara jiwa karena kesedihan dan penyesalan yang mendalam atas apa yang telah terjadi.
Namun, di balik pemandangan yang tampak menyedihkan ini, tersimpan kasih sayang Allah yang begitu agung. Allah tidak membiarkan hamba-Nya yang mulia itu dalam kesulitan, melainkan segera menyiapkan pertolongan. Ini adalah bukti bahwa ketika seorang hamba berserah diri dan kembali kepada Allah dengan tulus, maka Allah akan membukakan jalan keluar dari segala kesempitan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengajarkan kita bahwa ujian dan penderitaan bukanlah akhir dari segalanya. Nabi Yunus ‘alaihissalam ditelan oleh ikan paus, berada dalam tiga kegelapan: kegelapan malam, kegelapan lautan, dan kegelapan perut ikan. Namun, ketika beliau berdoa dengan penuh keikhlasan, *"Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn"* (Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim), Allah segera menyelamatkannya.
Ayat ini juga mengingatkan kita bahwa Allah Maha Kuasa untuk mengubah keadaan yang paling sulit menjadi kemudahan. Jika Allah mampu mengeluarkan seseorang dari perut ikan di tengah lautan yang gelap gulita, maka Allah juga mampu mengeluarkan kita dari segala kesulitan hidup—baik itu masalah ekonomi, kesehatan, keluarga, maupun kegelisahan hati. Yang penting adalah kita tidak pernah putus asa dari rahmat Allah dan senantiasa kembali kepada-Nya dengan penuh harap dan taubat.
Maka, mari kita jadikan kisah ini sebagai penguat iman. Ketika kita diuji, janganlah berputus asa. Yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, dan Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berserah diri kepada-Nya. Semoga Allah senantiasa menanamkan keteguhan hati dalam diri kita dan menjauhkan kita dari sifat tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, sebagaimana yang pernah dialami oleh Nabi Yunus ‘alaihissalam. Aamiin.
📜 Ayat 143-147 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 145
Surat As-Saffat Ayat 145 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia…Surat Ayat 145/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 143–147. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








