Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- نِعْمَةُ رَبِّي (nikmat Tuhanku): karunia dan anugerah dari Allah berupa petunjuk iman dan taufik untuk tetap istiqamah di atas kebenaran.
- الْمُحْضَرِينَ (al-muhdharin): orang-orang yang dihadirkan ke dalam azab dan siksa, yakni mereka yang digiring ke neraka bersama para penentang kebenaran.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, seorang mukmin yang beriman berbicara kepada teman kafirnya yang dahulu di dunia selalu berusaha menyesatkannya. Ia berkata: "Seandainya bukan karena karunia Tuhanku yang telah memberiku petunjuk iman dan meneguhkanku di atas jalan kebenaran, niscaya aku akan menjadi seperti kamu — termasuk golongan yang dihadirkan ke dalam azab neraka yang menyala-nyala ini."
Ucapan ini lahir dari kesadaran yang dalam bahwa dirinya tidak selamat karena kehebatan atau amalnya semata, melainkan murni karena rahmat dan pertolongan Allah. Ia mengakui bahwa dirinya lemah dan tidak berdaya, dan bahwa Allah-lah yang menyelamatkannya dari kesesatan yang hampir menjeratnya ketika ia mengikuti ajakan temannya yang ingkar itu.
Ayat ini juga mengandung pelajaran berharga: bahwa seorang mukmin tidak boleh merasa sombong dengan keimanannya, sebab iman itu adalah anugerah yang bisa dicabut kapan saja. Justru dengan menyadari bahwa iman adalah nikmat dari Allah, ia akan semakin bersyukur, rendah hati, dan berusaha menjaga nikmat tersebut dengan ketaatan.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah betapa agungnya nikmat iman ini! Betapa banyak orang yang hidup di sekitar kita, bahkan mungkin orang-orang yang kita cintai, yang terjerumus dalam kesesatan karena tidak mendapat taufik dari Allah. Maka ketika kita masih diberikan hidayah untuk shalat, berdzikir, dan mencintai Al-Qur'an, itu semua adalah karunia yang tak ternilai harganya.
Jangan pernah merasa bahwa keimanan kita adalah hasil usaha kita sendiri. Sebab jika Allah membiarkan kita sekejap saja, kita bisa tersesat seperti orang-orang yang ingkar itu. Oleh karena itu, perbanyaklah doa memohon keteguhan hati, sebagaimana doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an: *"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami"* (QS. Ali Imran: 8).
Dan jadikanlah ayat ini sebagai pengingat bahwa teman yang buruk bisa menjadi sebab kehancuran seseorang di akhirat. Maka pilihlah teman yang mengingatkanmu kepada Allah, yang menemanimu dalam ketaatan, dan yang menjauhkanmu dari kemaksiatan. Sebab di hari kiamat nanti, penyesalan tidak lagi berguna. Namun hari ini, kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri, bersyukur atas nikmat iman, dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga Allah meneguhkan kita semua di atas jalan-Nya yang lurus hingga akhir hayat. Aamiin.
📜 Ayat 55-59 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 57
Surat As-Saffat Ayat 57 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang…Surat Ayat 57/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 55–59. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








