Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- نَادَانَا (nādānā): Menyeru dan memohon kepada Kami.
- فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ (fala ni'ma al-mujībūn): Maka sebaik-baiknya yang memperkenankan doa adalah Kami.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala bersumpah dengan "wal laqad" (demi sesungguhnya) untuk menegaskan kebenaran berita ini. Nabi Nuh 'alaihissalam telah menyeru dan berdoa kepada Rabbnya dengan penuh kerendahan hati, memohon pertolongan-Nya untuk menghadapi kaumnya yang mendustakan dan menentang dakwahnya. Beliau mengadu kepada Allah tentang kezaliman dan kesombongan kaumnya yang tidak mau menerima kebenaran.
Allah pun berfirman: "Maka sebaik-baiknya yang memperkenankan doa adalah Kami." Ini adalah pujian Allah terhadap diri-Nya sendiri sebagai Dzat Yang Maha Cepat dan Maha Sempurna dalam mengabulkan permohonan hamba-hamba-Nya yang saleh. Allah menjawab doa Nabi Nuh dengan sebaik-baik jawaban—yaitu dengan menurunkan azab berupa banjir besar yang menenggelamkan seluruh orang-orang kafir, dan menyelamatkan Nuh beserta orang-orang yang beriman kepadanya.
Ayat ini mengandung pelajaran berharga bagi kita: bahwa Allah senantiasa mendengar doa hamba-hamba-Nya yang tulus, dan Dia tidak pernah mengecewakan orang-orang yang berharap kepada-Nya. Sebagaimana Dia menjawab doa Nabi Nuh, maka Dia pun akan menjawab doa setiap hamba yang memohon dengan penuh keyakinan dan kesabaran.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang keutamaan berdoa dan keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan. Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun dengan penuh kesabaran, namun hanya sedikit yang beriman. Namun, beliau tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Ketika beliau berdoa, Allah menjawab dengan sebaik-baik jawaban.
Inilah pelajaran besar bagi kita: jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Doa adalah senjata orang mukmin dan jembatan penghubung antara hamba dengan Rabbnya. Allah mencintai hamba-Nya yang gemar berdoa, dan Dia berjanji akan mengabulkan setiap permohonan yang tulus. Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita menghadapi kesulitan, ujian, atau tekanan dari lingkungan yang tidak mendukung kebaikan, maka bersegeralah kembali kepada Allah dengan doa yang penuh harap.
Dan ingatlah, sebagaimana Allah menjawab doa Nabi Nuh dengan mengalahkan kaum yang zalim, maka Allah pun akan menolong hamba-hamba-Nya yang berjuang di jalan kebaikan. Maka perbanyaklah doa, perkuatlah keyakinan, dan jadikanlah Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung. Sungguh, Allah adalah sebaik-baiknya tempat memohon dan sebaik-baiknya yang memperkenankan doa.
📜 Ayat 73-77 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 75
Surat As-Saffat Ayat 75 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan…Surat Ayat 75/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 73–77. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








