Terjemah — Tafsir
Makna Kata-kata Penting:
- Syakartum (شَكَرْتُمْ): Mensyukuri nikmat Allah dengan taat kepada-Nya dan menggunakan nikmat tersebut di jalan yang diridhai-Nya.
- Āmantum (آمَنْتُمْ): Beriman dengan keimanan yang benar, yang mencakup pembenaran hati, pengucapan lisan, dan pengamalan anggota badan.
- Syākiran (شَاكِرًا): Allah menerima amal kebaikan hamba-Nya yang sedikit sekalipun, dan memberinya balasan yang berlipat ganda.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, renungkanlah! Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Kaya tidak membutuhkan sesuatu pun dari makhluk-Nya. Jika kalian bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya dan beriman kepada-Nya dengan iman yang benar, maka apa gunanya Allah menyiksa kalian? Allah tidak akan menyiksa kalian karena Dia tidak marah untuk kepentingan diri-Nya, tidak pula ingin membalas dendam, dan tidak mencari keuntungan dari siksa tersebut. Allah Maha Suci dari segala kekurangan dan Maha Kaya dari segala kebutuhan.
Sesungguhnya siksa Allah itu hanya ditimpakan kepada hamba-hamba-Nya yang berbuat dosa dan maksiat. Maka apabila kalian memperbaiki amal perbuatan kalian, mensyukuri nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya, dan beriman kepada Allah dengan keimanan yang tulus lahir dan batin, niscaya Allah tidak akan menyiksa kalian. Bahkan Allah akan menerima syukur kalian dan memberikan pahala yang besar atas amal kebaikan kalian.
Dan ketahuilah, Allah itu Maha Mensyukuri — Dia memberikan balasan yang berlimpah bagi hamba-Nya yang bersyukur, meskipun amalnya sedikit. Allah juga Maha Mengetahui — pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu, termasuk keikhlasan syukur kalian dan kebenaran iman kalian. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia akan membalas setiap amal sesuai dengan kadarnya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, ayat yang agung ini membuka pintu harapan yang sangat luas bagi kita semua! Allah Yang Maha Pengasih tidak menginginkan kebinasaan hamba-Nya. Dia menciptakan kita, memberi kita rezeki, dan membimbing kita — semuanya karena kasih sayang-Nya, bukan karena kebutuhan-Nya kepada kita.
Maka marilah kita senantiasa menghiasi diri dengan dua perkara mulia: syukur dan iman. Syukur atas setiap nikmat yang kita terima — baik yang tampak maupun yang tersembunyi — dengan cara menggunakan nikmat tersebut untuk taat kepada Allah, bukan untuk bermaksiat kepada-Nya. Dan iman yang benar yang menancap kokoh di dalam hati, terucap di lisan, dan terwujud dalam amal perbuatan sehari-hari.
Dengan syukur dan iman, hati kita akan menjadi tenang, hidup kita akan dipenuhi keberkahan, dan Allah akan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita. Sungguh, betapa indahnya hidup ini jika kita selalu berada dalam naungan syukur dan iman kepada Allah Yang Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.
📜 Ayat 145-149 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 147
Surat An-Nisa Ayat 147 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan…Surat Ayat 147/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 145–149. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








