Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الصِّدِّيقِينَ (Ash-Shiddiqin): Orang-orang yang sangat benar keimanannya, baik dalam perkataan, keyakinan, maupun perbuatan. Mereka adalah orang-orang yang membenarkan para rasul dengan sepenuh hati dan membuktikannya dengan amal.
- الشُّهَدَاءِ (Asy-Syuhada'): Orang-orang yang gugur di jalan Allah, atau mereka yang menyaksikan kebenaran dengan hati dan membela agama Allah hingga titik darah penghabisan.
- الصَّالِحِينَ (Ash-Shalihin): Orang-orang yang baik lahir dan batinnya, istiqamah dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini turun berkaitan dengan seorang sahabat bernama Tsauban, budak yang dimerdekakan oleh Rasulullah ﷺ. Ia sangat mencintai Rasulullah ﷺ melebihi segalanya, sehingga suatu hari ia berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah, aku khawatir tidak dapat bertemu denganmu di hari kiamat kelak, karena kedudukanmu yang begitu tinggi di sisi Allah." Maka Allah menurunkan ayat ini sebagai kabar gembira yang agung.
Allah ﷻ berfirman: "Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya" — yakni siapa saja yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dalam segala aspek kehidupan — "maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang telah Allah berikan nikmat kepada mereka" — yaitu nikmat iman, hidayah, dan kedekatan kepada Allah — "yaitu para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang shalih."
Betapa agungnya kabar ini! Seorang mukmin yang taat, meskipun amalnya tidak setinggi amal para nabi, namun karena ketaatannya kepada Allah dan Rasul-Nya, ia akan ditempatkan di surga bersama golongan-golongan mulia ini. Mereka akan menjadi tetangga dan sahabat dalam kebersamaan yang abadi. Para nabi yang merupakan manusia pilihan Allah, para shiddiqin yang benar imannya seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, para syuhada yang gugur di medan perang membela agama Allah, dan orang-orang shalih yang baik amal dan akhlaknya.
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan pujian yang indah: "Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." Sungguh, betapa bahagianya seseorang yang di akhirat kelak ditemani oleh para nabi, orang-orang jujur, para syuhada, dan orang-orang shalih. Mereka adalah sebaik-baik teman dalam perjalanan panjang menuju keabadian.
Pesan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini membuka pintu harapan yang sangat luas bagi kita semua. Allah tidak menuntut kita menjadi nabi atau syuhada untuk meraih kedudukan mulia ini. Cukup dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya — menjalankan perintah, menjauhi larangan, dan menghidupkan sunnah — maka kita dijanjikan persahabatan abadi dengan makhluk-makhluk terbaik di sisi Allah.
Maka marilah kita perbaiki ketaatan kita, perbanyak amal shalih, dan jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Karena dengan ketaatan yang tulus, kita sedang mengukir tempat duduk kita di surga, di samping para kekasih Allah. Sungguh, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada menjadi teman setia para nabi dan orang-orang shalih di negeri yang penuh kenikmatan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang dimaksud dalam ayat ini. Aamiin.
📜 Ayat 67-71 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 69
Surat Ayat 69/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 67–71. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








