Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Basyatha (بَسَطَ): Meluaskan dan melapangkan.
- Labaghau (لَبَغَوْا): Berbuat melampaui batas, berlaku zalim, dan sombong.
- Biqadar (بِقَدَرٍ): Dengan ukuran yang tepat dan sesuai kebutuhan.
- Khabir (خَبِيرٌ): Maha Mengetahui segala sesuatu secara mendetail.
- Bashir (بَصِيرٌ): Maha Melihat segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini mengajarkan kepada kita sebuah hikmah yang sangat dalam tentang pengaturan rezeki oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada seluruh hamba-Nya secara berlebihan tanpa batas, niscaya mereka akan melampaui batas di muka bumi. Mereka akan berlaku sombong, zalim, dan saling menindas satu sama lain karena kekayaan yang melimpah sering kali melahirkan kesombongan dan keangkuhan. Sejarah telah membuktikan bagaimana banyak umat yang diberikan kekayaan melimpah justru menjadi hancur karena kesombongan dan kezaliman mereka.
Akan tetapi, dengan rahmat dan kasih sayang-Nya yang tiada tara, Allah menurunkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya dengan ukuran yang tepat sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. Terkadang Allah melapangkan rezeki bagi sebagian hamba, dan terkadang pula Dia menyempitkannya. Semua itu bukanlah tanpa hikmah, melainkan karena Allah mengetahui betul apa yang terbaik bagi setiap hamba-Nya. Ada orang yang menjadi baik ketika diberi kekayaan, namun ada pula yang justru menjadi hancur dan lupa diri. Sebaliknya, ada orang yang menjadi sabar dan dekat kepada Allah ketika diuji dengan kekurangan, namun ada pula yang menjadi putus asa.
Sungguh, Allah Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya secara menyeluruh, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Dia Maha Melihat bagaimana cara terbaik untuk mengatur urusan mereka. Maka dari itu, sebagai hamba yang beriman, kita harus meyakini bahwa apa pun yang Allah berikan kepada kita—baik berupa kelapangan maupun kesempitan rezeki—semuanya mengandung kebaikan dan hikmah yang agung.
Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan bersama betapa besar kasih sayang Allah kepada kita. Jika Allah memberikan semua yang kita minta tanpa batas, mungkin kita justru akan binasa karenanya. Namun, Allah yang Maha Bijaksana memberikan rezeki sesuai dengan kebutuhan dan kemaslahatan kita. Ini adalah bukti cinta-Nya yang begitu sempurna kepada hamba-hamba-Nya.
Oleh karena itu, janganlah kita bersedih ketika rezeki terasa sempit, dan jangan pula kita terlalu bangga ketika rezeki datang melimpah. Sesungguhnya semua itu adalah ujian dari Allah untuk melihat bagaimana sikap kita. Bersyukurlah dalam kelapangan, dan bersabarlah dalam kesempitan. Yakinlah bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya yang beriman. Ketika kita merasa rezeki kita kurang, ingatlah bahwa mungkin Allah sedang melindungi kita dari kebinasaan yang tidak kita sadari. Sungguh, Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala sesuatu, dan tidak ada satu pun yang luput dari pengaturan-Nya yang penuh hikmah.
📜 Ayat 25-29 — Asy-Syura
Terjemah — Asy-Syura 27
Surat Asy-Syura Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan…Surat Ayat 27/53 — Asy-Syura الشورى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syura Dengarkan, Asy-Syura Terjemah, Asy-Syura mp3, Asy-Syura pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








