Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَعْدَ اللَّهِ: Janji Allah untuk membangkitkan manusia dari kubur dan memberi balasan.
- السَّاعَةُ: Hari kiamat, hari kehancuran alam semesta dan hari kebangkitan.
- لَا رَيْبَ فِيهَا: Tidak ada keraguan sedikit pun tentang kedatangannya.
- مَا نَدْرِي: Kami tidak mengetahui.
- إِن نَّظُنُّ إِلَّا ظَنًّا: Kami hanyalah menduga-duga dengan dugaan yang lemah.
- بِمُسْتَيْقِنِينَ: Orang-orang yang yakin dengan keyakinan yang mantap.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan keadaan orang-orang kafir dan musyrik yang membangkang. Ketika mereka dinasihati dan dikatakan kepada mereka: "Sesungguhnya janji Allah itu benar, dan hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan di dalamnya, maka bersiaplah dan beramallah untuk menghadapinya," mereka justru menjawab dengan sikap sombong dan acuh tak acuh: "Kami tidak tahu apa itu hari kiamat. Kami hanyalah menduga-duga dengan dugaan yang lemah, dan kami sama sekali tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan benar-benar terjadi."
Mereka menganggap hari kiamat sebagai sesuatu yang mustahil atau jauh dari akal mereka. Padahal, Allah telah mengutus para rasul dengan bukti-bukti yang nyata, menurunkan kitab-kitab suci, dan menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam semesta. Semua itu seharusnya cukup untuk meyakinkan hati mereka. Namun, karena kesombongan dan keengganan mereka untuk menerima kebenaran, mereka memilih untuk tetap dalam keraguan dan dugaan yang tidak berdasar.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa sikap meremehkan hari akhir adalah pangkal dari segala kebinasaan. Orang yang tidak yakin akan adanya hari pembalasan akan berani melakukan kemaksiatan dan meninggalkan ketaatan. Sebaliknya, orang yang yakin bahwa Allah akan membangkitkan manusia dan membalas setiap amal perbuatan, maka ia akan senantiasa berhati-hati dalam setiap langkahnya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak. Hari kiamat bukanlah dongeng atau cerita yang dibuat-buat. Ia adalah kepastian yang telah dijanjikan oleh Allah yang Maha Benar. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya, dan tidak ada satu pun makhluk yang luput dari perhitungan-Nya. Janganlah kita menjadi seperti orang-orang yang disebut dalam ayat ini, yang ketika diperingatkan tentang hari akhir, mereka menjawab dengan keraguan dan sikap meremehkan.
Ketahuilah, bahwa keimanan kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman yang agung. Dengan meyakininya, hati kita akan menjadi tenang, amal kita menjadi ikhlas, dan hidup kita menjadi terarah. Kita tidak akan tertipu oleh gemerlap dunia yang sementara ini, karena kita tahu bahwa ada kehidupan yang kekal dan abadi di sisi Allah. Maka, marilah kita perbanyak amal saleh, perbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, serta selalu memohon keteguhan iman hingga akhir hayat. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang beruntung dan dijauhkan dari sikap meragukan janji-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 30-34 — Al-Jasiyah
Terjemah — Al-Jasiyah 32
Surat Ayat 32/37 — Al-Jasiyah الجاثية (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Jasiyah Dengarkan, Al-Jasiyah Terjemah, Al-Jasiyah mp3, Al-Jasiyah pdf. Ayat 30–34. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








