Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Khamr (الْخَمْرِ): Segala sesuatu yang memabukkan dan menutup akal, baik berupa minuman maupun lainnya.
- Al-Maysir (الْمَيْسِرِ): Segala bentuk perjudian, yaitu permainan yang mengandung taruhan dan untung-untungan.
- Al-'Adawah (الْعَدَاوَةَ): Permusuhan dan kebencian yang mendalam antara sesama manusia.
- Al-Baghda' (الْبَغْضَاءَ): Rasa benci yang kuat yang bersarang di dalam hati.
- Yashuddakum (يَصُدَّكُمْ): Menghalangi dan memalingkan kalian.
Tafsir Ayat:
Sesungguhnya tujuan utama setan dalam membisikkan dan memperindah perbuatan dosa—khususnya minuman keras dan judi—bukanlah sekadar untuk membuat kalian bermaksiat, melainkan untuk mencapai tujuan-tujuan jahat yang jauh lebih besar. Setan ingin menanamkan bibit-bibit permusuhan dan kebencian yang mendalam di antara kalian melalui khamr dan maysir. Sebab, ketika akal telah hilang karena mabuk, atau ketika hati telah diliputi oleh hasrat untuk menang dalam judi, maka persaudaraan akan hancur, pertengkaran akan mudah terjadi, dan dendam akan bersemi di antara manusia.
Tidak berhenti di situ, setan juga ingin memalingkan kalian dari mengingat Allah dan dari menunaikan shalat. Orang yang tenggelam dalam kemabukan atau asyik berjudi akan lalai dari dzikir kepada Allah, bahkan akan meninggalkan shalat yang merupakan tiang agama dan penghubung antara hamba dengan Rabbnya. Shalat disebutkan secara khusus setelah penyebutan dzikir, karena shalat adalah dzikir yang paling agung dan paling utama.
Maka Allah mengajukan pertanyaan yang menggugah kesadaran: *"Apakah kalian mau berhenti?"* Pertanyaan ini mengandung perintah yang tegas sekaligus ajakan yang penuh kasih sayang. Ini adalah seruan yang menyentuh hati nurani setiap mukmin: setelah kalian mengetahui bahaya dan kerusakan yang ditimbulkan oleh khamr dan maysir, apakah masih ada alasan untuk tidak meninggalkannya? Tentu saja tidak! Orang yang beriman pasti akan segera menjawab: "Kami berhenti, wahai Rabb kami!"
Renungan dan Nasihat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah betapa indahnya ajaran Islam yang melindungi umatnya dari segala bentuk kebinasaan. Allah tidak melarang sesuatu melainkan karena di dalamnya terdapat kerusakan bagi jiwa, harta, dan keharmonisan masyarakat. Khamr dan judi bukanlah sekadar dosa individu, tetapi racun yang menghancurkan tatanan sosial. Berapa banyak keluarga yang hancur, persahabatan yang retak, dan nyawa yang melayang akibat kedua hal ini?
Islam datang membawa rahmat dan kedamaian. Dengan menjauhi larangan Allah, kalian akan merasakan ketenangan hati, kejernihan akal, dan kehangatan ukhuwah. Shalat akan terasa nikmat, dzikir akan terasa manis, dan hidup akan terasa bermakna. Maka marilah kita bersama-sama menjawab seruan Allah dengan penuh keyakinan: *"Ya, kami berhenti dan kami bertaubat kepada-Mu."* Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan pintu taubat selalu terbuka bagi hamba-Nya yang kembali kepada-Nya.
📜 Ayat 89-93 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 91
Surat Al-Maidah Ayat 91 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di…Surat Ayat 91/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 89–93. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








