Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- أَمْدَدْنَاهُمْ: Kami tambahkan terus-menerus untuk mereka, dari waktu ke waktu.
- فَاكِهَةٍ: buah-buahan yang beraneka ragam dan lezat.
- لَحْمٍ: daging yang empuk dan lezat.
- مِمَّا يَشْتَهُونَ: dari jenis yang mereka inginkan dan sukai, meskipun mereka tidak memintanya secara lisan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan tentang kenikmatan yang Dia limpahkan kepada para penghuni surga yang bertakwa. Setelah menyebutkan berbagai kenikmatan sebelumnya, Allah menegaskan bahwa Dia senantiasa menambah nikmat-nikmat itu dari waktu ke waktu dengan buah-buahan yang beraneka ragam dan daging-daging yang lezat, semuanya sesuai dengan apa yang mereka sukai dan inginkan. Ini adalah karunia yang tiada henti, diberikan tanpa diminta, sebagai wujud kemurahan dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Kenikmatan ini bukan sekadar makanan biasa, melainkan kenikmatan yang sempurna — buah-buahan yang tidak pernah busuk, daging yang tidak pernah membosankan, dan semua itu hadir dengan rasa yang paling nikmat sesuai selera masing-masing penghuni surga. Bahkan, mereka tidak perlu bersusah payah meminta atau mengungkapkan keinginan, karena Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik dan terindah bagi mereka.
Di antara kenikmatan yang juga disebutkan dalam ayat-ayat berikutnya adalah mereka saling menyuguhkan gelas-gelas minuman yang tidak membawa kemabukan, tidak pula menyebabkan perkataan sia-sia atau dosa. Semua itu adalah kesempurnaan kebahagiaan yang Allah siapkan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang betapa luasnya kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah tidak hanya memberikan apa yang mereka butuhkan, tetapi juga memberikan apa yang mereka inginkan dan sukai — bahkan tanpa mereka minta. Ini adalah kabar gembira bagi kita semua: jika Allah begitu pemurah kepada hamba-Nya di akhirat, maka di dunia pun Dia tidak pernah menelantarkan hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya.
Mari kita renungkan: kenikmatan surga itu kekal dan tiada habisnya, berbeda dengan kenikmatan dunia yang sementara dan sering kali disertai kesusahan. Maka, janganlah kita tertipu oleh gemerlap dunia yang fana, dan janganlah kita lalai dari jalan yang mengantarkan kita menuju kenikmatan abadi ini.
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik kepada Allah. Ketika kita bersabar, beribadah, dan berjuang di jalan-Nya, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita. Dia akan membalas dengan balasan yang jauh lebih besar dan lebih indah dari apa yang pernah kita bayangkan. Sungguh, Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, dan surga-Nya adalah hadiah terindah bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
📜 Ayat 20-24 — At-Tur
Terjemah — At-Tur 22
Surat Ayat 22/49 — At-Tur الطور (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Tur Dengarkan, At-Tur Terjemah, At-Tur mp3, At-Tur pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








