Al-Qamar · 24/55
Terjemah Transliterasi — Al-Qamar
فَقَالُوا أَبَشَرًا مِّنَّا وَاحِدًا نَّتَّبِعُهُ إِنَّا إِذًا لَّفِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ ۝٢٤
Faqaalooo a-basharam minnaa waahidan nattabi`uhooo innaa izal lafee dalaalinw wa su`ur
📖 Arti Bahasa Indonesia
Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?" Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila".
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • أَبَشَرًا (a-basyaran): seorang manusia biasa
  • مِنَّا (minnā): dari kalangan kita sendiri
  • وَاحِدًا (wāḥidan): seorang diri, sendirian
  • ضَلَالٍ (ḍalāl): kesesatan, jauh dari kebenaran
  • سُعُرٍ (su'ur): kegilaan, kebodohan, atau panasnya api neraka

Tafsir Ayat:

Kaum Tsamud—umat Nabi Shalih 'alaihissalam—telah mendustakan mukjizat-mukjizat yang jelas yang diperlihatkan kepada mereka. Mereka bukan hanya sekadar menolak, tetapi juga mengolok-olok dan mengingkari dengan penuh kesombongan. Mereka berkata dengan nada heran dan mengejek: "Apakah kita akan mengikuti seorang manusia biasa dari kalangan kita sendiri, yang hanya seorang diri? Kami ini banyak dan kuat, sedangkan dia hanya satu orang yang tidak memiliki kelebihan apa pun. Sungguh, jika kami mengikutinya, maka kami benar-benar telah tersesat jauh dari kebenaran dan berada dalam kegilaan."

Mereka menganggap mustahil bahwa seorang manusia biasa yang sederajat dengan mereka bisa menjadi utusan Allah. Padahal, sejak dahulu kala, Allah selalu mengutus rasul-rasul-Nya dari kalangan manusia biasa, karena merekalah yang paling mampu menyampaikan risalah dan menjadi teladan bagi umatnya. Namun kaum Tsamud menolak kebenaran itu dengan alasan yang dangkal, hanya karena utusan itu seorang manusia biasa seperti mereka.

Sungguh ironis, mereka menganggap mengikuti petunjuk sebagai kesesatan, padahal justru penolakan mereka itulah kesesatan yang sesungguhnya. Mereka menganggap keimanan sebagai kegilaan, padahal kewarasan sejati ada pada orang yang menerima kebenaran dari Rabbnya.


Renungan dan Hikmah:

Saudaraku, kisah kaum Tsamud ini mengajarkan kepada kita betapa bahayanya sikap sombong dan merasa cukup dengan akal sendiri. Mereka menolak kebenaran hanya karena utusan Allah itu manusia biasa seperti mereka. Padahal, Allah telah memilih para nabi dari kalangan manusia agar kita bisa meneladani mereka secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Renungkanlah: jika Allah mengutus malaikat sebagai rasul, tentu kita tidak akan mampu meniru ibadah dan akhlaknya. Maka kasih sayang Allah mengutus rasul dari jenis kita, agar kita bisa mencontoh setiap langkahnya. Ini adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Janganlah kita menjadi seperti kaum Tsamud yang menolak kebenaran karena gengsi dan kesombongan. Ketika kebenaran datang kepada kita, terimalah dengan lapang dada. Ketika ada orang yang mengajak kita kepada kebaikan, janganlah kita meremehkannya hanya karena status sosialnya. Ukuran kebenaran bukanlah pangkat, harta, atau jumlah pengikut, melainkan kesesuaiannya dengan Al-Qur'an dan Sunnah.

Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong dan keras kepala yang telah membinasakan umat-umat terdahulu, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang rendah hati dalam menerima kebenaran. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 22-26 — Al-Qamar

22وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
23كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِالنُّذُرِ
Kaum Tsamudpun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu).
24فَقَالُوا أَبَشَرًا مِّنَّا وَاحِدًا نَّتَّبِعُهُ إِنَّا إِذًا لَّفِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ
Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?" Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila".
25أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِن بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ
Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.
26سَيَعْلَمُونَ غَدًا مَّنِ الْكَذَّابُ الْأَشِرُ
Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.
Al-QamarIndeks Quran
55Ayat
MakkiyahRevelation
24Ayat

Terjemah — Al-Qamar 24

Surat Al-Qamar Ayat 24 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa)…

Surat Ayat 24/55 — Al-Qamar القمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qamar Dengarkan, Al-Qamar Terjemah, Al-Qamar mp3, Al-Qamar pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu