Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ : Menguasai dan menundukkan mereka sepenuhnya.
- فَأَنسَاهُمْ : Maka menjadikan mereka lupa.
- ذِكْرَ اللَّهِ : Mengingat Allah, baik dalam hati, lisan, maupun perbuatan.
- حِزْبُ الشَّيْطَانِ : Golongan, pasukan, dan pengikut setan.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan keadaan orang-orang munafik yang telah dikuasai oleh setan dengan total. Setan telah menguasai hati dan pikiran mereka karena mereka dengan sukarela menaati bisikan dan godaannya. Akibat dari kekuasaan setan itu, mereka menjadi lupa untuk mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka lupa akan perintah-perintah-Nya, lupa akan janji dan ancaman-Nya, serta lupa akan hari pembalasan. Mereka tidak lagi memiliki keinginan untuk beribadah, berdzikir, atau mengerjakan amal saleh yang diridhai Allah. Bahkan, mereka sibuk dengan perkara-perkara yang justru dimurkai Allah.
Mereka yang tersifati demikian adalah golongan setan, pasukan dan pengikutnya yang setia. Mereka berjalan di belakang setan, mendengar dan menaati perintahnya. Sungguh, golongan setan adalah orang-orang yang merugi, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, mereka kehilangan ketenangan hati dan petunjuk kebenaran. Di akhirat, mereka kehilangan surga yang kekal dan justru menjerumuskan diri mereka ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Mereka telah menukar petunjuk dengan kesesatan, dan menukar kenikmatan abadi dengan azab yang pedih. Kerugian yang mereka alami adalah kerugian yang paling besar dan paling nyata.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah peringatan keras bagi kita semua agar senantiasa menjaga hati dari kekuasaan setan. Setan tidak pernah berhenti berusaha untuk menguasai hati manusia melalui was-was, bisikan, dan godaannya. Namun, ingatlah bahwa setan hanya bisa menguasai hati yang kosong dari dzikir dan jauh dari ketaatan kepada Allah. Hati yang selalu dipenuhi dengan mengingat Allah, membaca Al-Qur'an, dan beramal saleh akan menjadi benteng yang kokoh yang tidak bisa ditembus oleh tipu daya setan.
Marilah kita perbanyak dzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, karena dzikir adalah penjaga hati yang paling utama. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang, pikiran menjadi jernih, dan kita akan senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Jangan biarkan diri kita menjadi bagian dari golongan yang merugi, tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang beruntung dengan selalu taat dan mengingat-Nya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi kita semua dari godaan setan yang terkutuk dan menjadikan kita termasuk golongan-Nya yang beruntung di dunia dan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 17-21 — Al-Mujadalah
Terjemah — Al-Mujadalah 19
Surat Al-Mujadalah Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah;…Surat Ayat 19/22 — Al-Mujadalah المجادلة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mujadalah Dengarkan, Al-Mujadalah Terjemah, Al-Mujadalah mp3, Al-Mujadalah pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








