Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Bāsunā: azab atau siksa Kami.
- Taḍarra‘ū: merendahkan diri, memohon dengan penuh kehinaan dan ketundukan kepada Allah.
- Qasat qulūbuhum: hati mereka menjadi keras dan membatu, tidak mau menerima nasihat.
- Zayyana lahumusy-syaiṭān: setan menjadikan perbuatan buruk itu tampak indah dan baik di mata mereka.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita tentang keadaan umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul. Ketika azab dan siksa Allah datang menimpa mereka, mengapa mereka tidak mau merendahkan diri dan berdoa dengan tulus kepada Allah? Mengapa mereka tidak segera bertobat dan kembali kepada-Nya? Seharusnya ketika musibah dan bencana datang, manusia bersegera kembali kepada Allah dengan penuh kerendahan hati.
Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Hati mereka telah mengeras, membatu, dan tidak lagi lunak untuk menerima kebenaran. Mereka tidak mau mengambil pelajaran dari azab yang menimpa. Yang lebih menyedihkan lagi, setan telah memperindah segala perbuatan dosa dan kemaksiatan yang mereka lakukan, sehingga mereka merasa bahwa apa yang mereka kerjakan adalah sesuatu yang benar dan baik. Mereka terus-menerus berada dalam kesesatan tanpa ada keinginan untuk berubah.
Ayat ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Janganlah kita menunggu datangnya azab atau musibah untuk kembali kepada Allah. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Dia selalu membuka pintu tobat bagi hamba-hamba-Nya. Setiap saat kita bisa berdoa, memohon ampunan, dan merendahkan diri di hadapan-Nya. Jangan biarkan hati kita menjadi keras karena terlalu lama bergelimang dalam dosa. Sebagaimana hati yang keras sulit menerima nasihat, demikian pula hati yang jauh dari Allah akan sulit merasakan manisnya iman.
Marilah kita senantiasa menjaga kelembutan hati kita dengan banyak berdzikir, membaca Al-Qur'an, dan melakukan amal-amal kebaikan. Jangan biarkan setan memperdaya kita dengan memperindah perbuatan dosa. Ingatlah bahwa setiap musibah dan ujian yang Allah berikan adalah bentuk kasih sayang-Nya agar kita kembali kepada-Nya. Maka jadikanlah setiap kesulitan sebagai momen untuk semakin dekat dengan Allah, bukan semakin jauh dari-Nya.
📜 Ayat 41-45 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 43
Surat Al-An'am Ayat 43 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan…Surat Ayat 43/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 41–45. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








