Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Tuqridhu (تُقْرِضُوا): Memberikan pinjaman. Ini adalah ungkapan yang indah dari Allah, di mana Dia menyebut amalan infak di jalan-Nya sebagai "pinjaman" kepada-Nya, padahal Dialah Pemilik segala sesuatu.
- Qardhan Hasan (قَرْضًا حَسَنًا): Pinjaman yang baik, yaitu infak yang dilakukan dengan ikhlas, dari harta yang halal, dengan hati yang tulus dan mengharap ridha Allah semata, bukan karena riya atau mengharap balasan manusia.
- Yudha'if (يُضَاعِفْهُ): Melipatgandakan pahala dan balasan-Nya.
- Syakur (شَكُورٌ): Maha Mensyukuri, yaitu Allah memberikan balasan yang berlipat ganda atas amal kebaikan hamba-Nya yang sedikit.
- Halim (حَلِيمٌ): Maha Penyantun, yaitu Allah tidak tergesa-gesa dalam memberikan hukuman kepada hamba-Nya yang berbuat dosa, dan memberi kesempatan untuk bertaubat.
Tafsir Lengkap:
Wahai hamba-hamba Allah yang beriman, ayat yang mulia ini adalah undangan kasih sayang dari Rabb semesta alam. Allah Ta'ala berfirman: *"Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik..."* Subhanallah, betapa agungnya kemurahan Allah! Dialah Yang Maha Kaya dan Maha Memiliki segala sesuatu, namun Dia dengan penuh kelembutan menyebut amalan infak dan sedekah kita sebagai "pinjaman" kepada-Nya. Ini adalah bentuk penghormatan dan kemuliaan yang luar biasa bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Yang dimaksud dengan "pinjaman yang baik" di sini adalah membelanjakan harta di jalan Allah — baik untuk jihad, membantu fakir miskin, menafkahi keluarga, atau segala bentuk kebaikan — yang dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah, dari harta yang halal, dengan hati yang lapang dan penuh kerelaan, tanpa diiringi rasa berat hati, riya, atau mengharap pujian manusia.
Lalu, apa balasan dari "pinjaman" ini? Allah berjanji dengan janji yang pasti: "niscaya Allah akan melipatgandakannya untukmu". Bayangkanlah, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan Allah melipatgandakan lagi bagi siapa yang Dia kehendaki tanpa batas. Ini adalah perdagangan yang tidak akan pernah rugi, keuntungan yang tidak akan pernah berkurang. Di samping itu, Allah juga berjanji: "dan Dia akan mengampuni dosa-dosamu". Sungguh, dengan berinfak di jalan-Nya, Allah menghapuskan dosa-dosa kita sebagai bentuk kasih sayang dan pembersihan jiwa.
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan dua sifat-Nya yang agung: "Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Penyantun". Allah Maha Mensyukuri, artinya Dia memberikan balasan yang berlipat ganda atas amal yang sedikit, dan Dia menerima amal hamba-Nya dengan penuh penghargaan. Sedangkan Allah Maha Penyantun, artinya Dia tidak tergesa-gesa menghukum hamba-hamba-Nya yang berbuat dosa, bahkan Dia menutupi aib-aib mereka dan memberi mereka kesempatan untuk bertaubat dan kembali kepada-Nya.
Saudaraku seiman, renungkanlah betapa Allah membuka pintu kebaikan ini untuk kita. Dia tidak meminta harta kita karena Dia membutuhkannya, tetapi karena Dia ingin membersihkan jiwa kita, melipatgandakan pahala kita, dan mengampuni dosa-dosa kita. Maka janganlah kita ragu untuk berinfak, janganlah kita takut menjadi miskin karena bersedekah, karena Allah telah berjanji akan menggantinya dengan yang lebih baik. Ingatlah bahwa harta yang kita infakkan di jalan Allah adalah harta yang kekal di sisi-Nya, sedangkan harta yang kita simpan hanya akan menjadi beban dan tanggung jawab. Mari kita jadikan ayat ini sebagai motivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, karena Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Setiap rupiah yang kita keluarkan dengan ikhlas, akan Allah lipatgandakan menjadi kebaikan yang tak terhingga di akhirat kelak. Sungguh, ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh kita sia-siakan!
📜 Ayat 15-18 — At-Taghabun
Terjemah — At-Taghabun 17
Surat Ayat 17/18 — At-Taghabun التغابن (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taghabun Dengarkan, At-Taghabun Terjemah, At-Taghabun mp3, At-Taghabun pdf. Ayat 15–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








