Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Khalaqnākum (خَلَقْنَاكُمْ): Kami telah menciptakan kalian, yaitu menciptakan nenek moyang kalian, Nabi Adam 'alaihissalam, dari tiada.
- Shawwarnākum (صَوَّرْنَاكُمْ): Kami telah membentuk rupa kalian dengan bentuk yang paling baik dan sempurna.
- Asjudū (اسْجُدُوا): Tunduk dan sujud sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan dari Allah.
- Iblīs (إِبْلِيسَ): Nama jin yang dahulu berada di tengah-tengah para malaikat dan dikenal sangat taat, namun kemudian menjadi kufur karena kesombongannya.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, renungkanlah nikmat agung yang Allah karuniakan kepada kalian! Allah menciptakan nenek moyang kalian, yaitu Nabi Adam 'alaihissalam, dari tanah liat yang kering. Kemudian Allah membentuknya dengan sebaik-baik bentuk, memberinya rupa yang indah dan sempurna, serta meniupkan ruh ke dalamnya. Inilah kemuliaan yang luar biasa—manusia diciptakan dengan tangan kekuasaan Allah dan dianugerahi bentuk yang paling baik dibandingkan makhluk lainnya.
Setelah menyempurnakan penciptaan Adam, Allah memerintahkan para malaikat yang mulia untuk bersujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan, bukan sebagai ibadah. Para malaikat yang senantiasa taat kepada perintah Rabbnya langsung bersujud semuanya tanpa ragu, karena mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan dan tidak pernah membantah perintah Allah.
Akan tetapi, Iblis—yang saat itu berada di tengah-tengah para malaikat—menolak untuk bersujud. Ia menyombongkan diri dan membangkang dengan penuh kesombongan dan keangkuhan. Ia tidak termasuk golongan yang bersujud kepada Adam, karena hatinya dipenuhi rasa hasad dan takabur. Ia merasa dirinya lebih mulia daripada Adam karena diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku kaum muslimin, kisah ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua. Pertama, Allah memuliakan manusia dengan ciptaan yang paling baik, maka janganlah kita merendahkan diri kita dengan bermaksiat kepada Allah. Kedua, lihatlah bagaimana kesombongan Iblis menjadikannya terusir dari rahmat Allah—maka jauhilah sifat sombong dan hasad, karena keduanya adalah penyakit hati yang dapat menghancurkan amal dan menjerumuskan seseorang ke dalam kehinaan. Ketiga, ketahuilah bahwa syaitan adalah musuh nyata bagi manusia, maka waspadalah terhadap godaannya setiap saat dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya.
Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang rendah hati, taat kepada perintah Allah, dan dijauhkan dari sifat sombong yang membinasakan. Aamiin.
📜 Ayat 9-13 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 11
Surat Ayat 11/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 9–13. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








