Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَهْمَا (mahma): Kata yang berarti "apa pun" atau "sesuatu apa pun" — digunakan untuk menunjukkan cakupan yang luas.
- آيَةٍ (āyah): Tanda, bukti, atau mukjizat yang menunjukkan kebenaran seorang nabi.
- لِتَسْحَرَنَا (litasḥaranā): Secara harfiah berarti "untuk menyihir kami", namun di sini maksudnya adalah "untuk memalingkan kami" dari keyakinan yang kami pegang, sebagaimana pesulap memalingkan pandangan orang.
- بِمُؤْمِنِينَ (bimu'minīn): Orang-orang yang beriman, membenarkan, dan mempercayai.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini mengabadikan perkataan kaum Fir'aun kepada Nabi Musa 'alaihissalam — sebuah perkataan yang keluar dari hati yang dipenuhi kesombongan dan keangkuhan. Mereka berkata: "Wahai Musa, apa pun mukjizat yang engkau datangkan kepada kami, bukti apa pun yang engkau perlihatkan, tanda kebesaran apa pun yang engkau tunjukkan — meskipun engkau bermaksud memalingkan kami dari agama Fir'aun dan keyakinan kami dengan bukti-bukti yang sangat kuat — maka kami tetap tidak akan pernah beriman kepadamu dan tidak akan membenarkan risalahmu."
Perhatikanlah! Mereka sendiri mengakui bahwa apa yang dibawa Musa adalah "ayat" (tanda/mukjizat), namun mereka menyebutnya sebagai "sihir" — sebuah ejekan dan olok-olok. Padahal di lubuk hati mereka, mereka tahu bahwa itu adalah kebenaran. Namun keangkuhan dan ketakutan kehilangan status serta kekuasaan telah membutakan mata hati mereka.
Sungguh, inilah penyakit terbesar manusia: ketika kebenaran sudah tampak jelas di hadapan mata, namun kesombongan dan kepentingan duniawi menghalangi mereka untuk tunduk dan patuh. Mereka lebih memilih kekufuran daripada keimanan, lebih memilih kesesatan daripada petunjuk.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: bahwa hidayah itu sepenuhnya di tangan Allah. Sebagaimana mukjizat yang agung tidak mampu melunakkan hati kaum Fir'aun yang keras, maka ketahuilah bahwa keimanan adalah anugerah terbesar yang Allah berikan kepada siapa yang Dia kehendaki.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa merendahkan hati di hadapan Allah, memohon kepada-Nya agar dikaruniakan hati yang lunak dan mudah menerima kebenaran. Janganlah kita menjadi seperti kaum Fir'aun yang menolak kebenaran meskipun telah melihat bukti-bukti yang nyata. Sebab, betapa banyak orang yang menyaksikan mukjizat namun tetap ingkar, dan betapa banyak pula orang yang tidak melihat mukjizat sedikit pun namun hatinya terbuka menerima iman.
Jadilah hamba yang rendah hati, karena kerendahan hatilah yang menjadi kunci terbukanya pintu hidayah. Dan ingatlah, mukjizat terbesar yang kekal hingga hari kiamat adalah Al-Qur'an — maka jadikanlah ia sebagai petunjuk dan cahaya dalam setiap langkah kehidupan kita. Semoga Allah membukakan hati kita untuk senantiasa menerima kebenaran dan menjauhkan kita dari sifat sombong yang membinasakan. Aamiin.
📜 Ayat 130-134 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 132
Surat Al-A'raf Ayat 132 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka berkata: "Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir…Surat Ayat 132/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 130–134. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








