Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَن يُضْلِلِ اللهُ: Barangsiapa yang Allah sesatkan dari jalan petunjuk.
- فَلَا هَادِيَ لَهُ: Maka tidak ada seorang pun yang mampu memberinya petunjuk.
- وَيَذَرُهُمْ: Dan Allah membiarkan mereka.
- فِي طُغْيَانِهِمْ: Dalam keadaan melampaui batas (kesesatan dan kekufuran mereka).
- يَعْمَهُونَ: Mereka kebingungan dan terombang-ambing, tidak tahu arah.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menjelaskan tentang ketetapan Allah yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana. Barangsiapa yang Allah kehendaki kesesatan baginya—karena keingkarannya terhadap kebenaran dan kesombongannya untuk tunduk kepada perintah Allah—maka tidak ada seorang pun di alam semesta ini yang mampu memberinya petunjuk. Sungguh, pintu hidayah itu hanya di tangan Allah semata. Jika Allah telah menutup pintu tersebut bagi seseorang akibat kezaliman dan kesewenang-wenangan hatinya sendiri, maka seluruh penghuni bumi sekalipun bersatu untuk memberi petunjuk, niscaya mereka tidak akan mampu.
Allah kemudian membiarkan mereka dalam keadaan melampaui batas (طغيان) dan kesesatan mereka. Mereka berjalan dalam kebingungan, terombang-ambing dalam keragu-raguan, tidak mampu keluar dari kegelapan menuju cahaya. Ini adalah balasan yang setimpal bagi mereka yang berpaling dari kebenaran setelah kebenaran itu datang kepada mereka dengan jelas.
Namun perlu dipahami dengan baik—wahai hamba Allah yang merindukan hidayah—bahwa Allah tidak menzalimi seorang pun. Kesesatan yang menimpa mereka adalah akibat dari pilihan mereka sendiri. Mereka memilih untuk menolak kebenaran, maka Allah membiarkan mereka dalam pilihan tersebut sebagai bentuk keadilan-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam hadis qudsi: "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku."
Renungan dan Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah! Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat agung: janganlah sekali-kali kita bermain-main dengan hati dan iman kita. Hidayah adalah nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Maka jagalah ia dengan ketaatan, perbanyaklah doa memohon keteguhan hati, dan jauhilah segala sebab yang dapat mencabut hidayah dari dada kita.
Ingatlah bahwa orang yang paling berbahaya adalah mereka yang telah sampai kepadanya kebenaran, lalu ia menolaknya karena kesombongan atau hawa nafsu. Maka Allah biarkan ia dalam kebingungan yang berkepanjangan. Na'udzu billah dari keadaan tersebut.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa merendahkan diri di hadapan Allah, memohon dengan penuh harap dan takut: "Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu). Karena hidayah itu milik Allah, dan Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki dengan hikmah-Nya. Dan sungguh, Allah Maha Mengetahui siapa yang layak menerima petunjuk dan siapa yang lebih memilih kesesatan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa berada dalam petunjuk-Nya, dan menjauhkan kita dari sebab-sebab kesesatan. Aamiin.
📜 Ayat 184-188 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 186
Surat Ayat 186/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 184–188. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








