Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الَّذِينَ اتَّقَوْا (orang-orang yang bertakwa): orang-orang yang menjaga diri dari azab Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
- طَائِفٌ (thaifun): sesuatu yang melintas atau menyentuh, yaitu bisikan dan godaan yang datang secara tiba-tiba.
- مَسَّهُمْ (massa-hum): menyentuh atau mengenai mereka.
- تَذَكَّرُوا (tadzakkaru): mereka mengingat (Allah, kebesaran-Nya, dan janji-janji-Nya).
- مُبْصِرُونَ (mubshirun): orang-orang yang melihat dengan jelas, yakni sadar dan memahami kembali kebenaran.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan keadaan orang-orang bertakwa ketika menghadapi bisikan dan godaan setan. Allah Ta'ala berfirman bahwa sesungguhnya orang-orang yang bertakwa—yakni mereka yang benar-benar beriman dan menjaga diri dari murka Allah dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya—apabila mereka disentuh oleh bisikan setan yang melintas di hati mereka, atau ketika setan mencoba menggoda mereka untuk berbuat dosa, maka mereka segera mengingat Allah. Mereka mengingat kebesaran Allah, azab-Nya yang pedih bagi orang-orang yang bermaksiat, serta pahala-Nya yang besar bagi orang-orang yang taat.
Saat ingatan itu hadir, hati mereka tersadar, mata hati mereka terbuka, dan mereka pun melihat dengan jelas kesalahan yang hampir mereka lakukan. Mereka segera beristighfar, bertaubat, dan kembali kepada Allah. Bisikan setan itu pun sirna, dan mereka kembali tegak di atas jalan kebenaran dengan penuh kesadaran dan keyakinan.
Inilah ciri khas orang-orang bertakwa: mereka bukanlah orang-orang yang maksum (terjaga dari dosa), tetapi ketika mereka tergelincir atau hampir tergelincir, mereka segera bangkit, mengingat Allah, dan kembali kepada-Nya. Mereka tidak larut dalam dosa, tidak berlarut-larut dalam kemaksiatan, karena cahaya iman di hati mereka selalu menyala dan mengingatkan mereka akan hakikat kehidupan.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini memberikan kabar gembira yang sangat indah bagi kita semua. Allah tidak menuntut kita untuk menjadi manusia yang sempurna tanpa dosa, tetapi Dia menginginkan kita menjadi hamba yang selalu kembali kepada-Nya ketika berbuat salah. Setan itu musuh yang nyata, ia tidak pernah berhenti membisikkan kejelekan kepada anak cucu Adam. Namun, Allah telah memberikan senjata yang sangat ampuh kepada kita: *dzikir* dan *ingatan kepada Allah*.
Ketika bisikan jahat datang, baik itu bisikan untuk bermaksiat, berputus asa, atau meragukan kebenaran, maka ingatlah Allah. Ingatlah bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mengetahui, dan Maha Membalas. Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini sementara, sedangkan akhirat itu kekal abadi. Dengan mengingat Allah, hati kita menjadi tenang, pikiran kita menjadi jernih, dan kita mampu melihat mana yang benar dan mana yang salah.
Jangan pernah merasa jauh dari Allah karena dosa yang kita lakukan. Justru, kembalilah kepada-Nya, karena Allah mencintai hamba-Nya yang bertaubat. Setiap kali kita tersadar dan kembali kepada Allah, itu adalah kemenangan besar atas setan. Jadikanlah ayat ini sebagai pegangan hidup: *"Jika setan menggodamu, maka ingatlah Allah, niscaya engkau akan melihat kebenaran dengan mata hatimu."*
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang bertakwa, yang selalu ingat kepada-Nya dalam setiap keadaan, dan yang selalu kembali kepada-Nya ketika tergelincir. Aamiin.
📜 Ayat 199-203 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 201
Surat Al-A'raf Ayat 201 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan,…Surat Ayat 201/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 199–203. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








