Al-Muddassir · 6/56
Terjemah Transliterasi — Al-Muddassir
وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ ۝٦
Wa laa tamnun tastaksir
📖 Arti Bahasa Indonesia
dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • Wa lā tamnun (وَلَا تَمْنُن): Janganlah engkau memberi dengan perasaan telah berjasa atau membangga-banggakan pemberianmu.
  • Tastakthir (تَسْتَكْثِرُ): Karena engkau menginginkan balasan yang lebih banyak dari pemberianmu itu.

Tafsir Ayat:

Wahai Nabi Muhammad ﷺ, janganlah engkau memberi sesuatu kepada orang lain dengan tujuan agar engkau mendapatkan imbalan yang lebih besar dari pemberianmu itu. Jangan pula engkau menyebut-nyebut kebaikanmu atau merasa besar diri karena amal yang telah engkau lakukan, seakan-akan engkau telah berjasa kepada Allah atau kepada sesama manusia.

Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat dalam tentang keikhlasan. Seorang mukmin yang sejati memberi karena Allah semata, bukan karena mengharap balasan dari makhluk. Bahkan ketika engkau beramal saleh, janganlah sekali-kali engkau merasa bahwa amalmu itu sudah banyak dan pantas dibalas dengan balasan yang lebih besar. Sebab, segala amal yang kita lakukan adalah semata-mata karunia Allah yang memberi kita kemampuan untuk berbuat baik. Maka, tidak sepantasnya seorang hamba merasa telah berjasa kepada Tuhannya.

Demikian pula dalam hubungan antarmanusia, janganlah engkau memberi hadiah atau bantuan dengan niat agar engkau diberi balasan yang lebih banyak. Itu bukanlah akhlak mulia, melainkan bentuk transaksi duniawi yang menghilangkan nilai keikhlasan. Allah mencintai hamba-Nya yang memberi tanpa pamrih, yang beramal tanpa riya, dan yang beribadah tanpa mengharap pujian.

Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, mari kita renungkan: betapa indahnya hidup ini ketika kita memberi dengan tulus, tanpa mengharap balasan dari siapa pun kecuali wajah Allah. Ketika kita bersedekah, janganlah kita mengungkit-ungkit pemberian itu. Ketika kita beramal, janganlah kita merasa besar diri. Sebab, amal yang ikhlas meskipun kecil akan tumbuh menjadi gunung pahala di sisi Allah, sedangkan amal yang besar namun disertai rasa bangga diri akan sirna seperti debu yang beterbangan.

Allah Maha Melihat hati hamba-Nya. Dia tidak melihat besar kecilnya amal, tetapi Dia melihat keikhlasan dan ketulusan di dalamnya. Maka, perbaikilah niat kita, bersihkanlah hati kita, dan jadilah hamba yang memberi karena cinta kepada Allah, bukan karena mengharap balasan makhluk. Dengan begitu, hidup kita akan tenang, hati kita akan lapang, dan Allah akan melipatgandakan pahala kita tanpa batas.



📜 Ayat 4-8 — Al-Muddassir

4وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
dan pakaianmu bersihkanlah,
5وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
6وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ
dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
7وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ
Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
8فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ
Apabila ditiup sangkakala,
Al-MuddassirIndeks Quran
56Ayat
MakkiyahRevelation
6Ayat

Terjemah — Al-Muddassir 6

Surat Al-Muddassir Ayat 6 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih…

Surat Ayat 6/56 — Al-Muddassir المدثر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Muddassir Dengarkan, Al-Muddassir Terjemah, Al-Muddassir mp3, Al-Muddassir pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu