Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Wa alqat (وَأَلْقَتْ): Melemparkan, mengeluarkan, atau mencampakkan.
- Ma fiha (مَا فِيهَا): Apa yang ada di dalamnya, yaitu seluruh isi bumi.
- Wa takhallat (وَتَخَلَّتْ): Mengosongkan diri, melepaskan diri, dan berlepas diri dari segala isinya.
Tafsir:
Pada hari kiamat nanti, bumi diperintahkan oleh Allah untuk melakukan perkara yang sangat dahsyat. Bumi yang selama ini kita pijak dengan tenang, yang menyimpan begitu banyak rahasia dan isi di dalam perutnya, akan melemparkan seluruh isinya ke permukaan. Segala yang terpendam di dalam perut bumi—baik itu harta karun, barang tambang, maupun jasad-jasad manusia yang telah lama dikubur—akan dikeluarkan seluruhnya tanpa tersisa. Bumi tidak akan menyimpan sedikit pun apa yang ada di dalam dirinya, lalu ia mengosongkan diri dan berlepas diri dari semua itu. Ia tidak lagi mempertahankan atau menahan apa pun yang selama ini ia simpan.
Ini adalah gambaran betapa dahsyatnya hari kiamat itu. Seluruh isi bumi, termasuk orang-orang yang telah mati dan dikubur di dalamnya, akan dikeluarkan untuk menjalani pengadilan Allah. Bumi yang tadinya menjadi tempat persembunyian dan penyimpanan, pada hari itu menjadi saksi yang menyerahkan semua isinya kepada Sang Pencipta. Tidak ada satu pun yang dapat bersembunyi atau lolos dari ketetapan Allah.
Peristiwa ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat dalam: segala sesuatu yang kita kumpulkan dan simpan di dunia ini—harta, kekuasaan, jabatan, dan segala kenikmatan—hanyalah titipan sementara. Pada akhirnya, bumi akan menyerahkan semua itu kembali, dan kita akan berdiri sendiri di hadapan Allah tanpa membawa apa pun kecuali amal perbuatan kita. Maka, janganlah kita terlalu terikat pada dunia ini, karena dunia ini akan berakhir dan melepaskan semua isinya. Sebaliknya, marilah kita perbanyak bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal, karena hanya amal saleh yang akan menemani kita menghadap Allah.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa bumi yang begitu kokoh dan luas ini pun tunduk dan patuh kepada perintah Allah. Ia tidak menolak, tidak membantah, dan tidak menunda-nunda. Maka, sudah sepantasnya kita sebagai makhluk yang berakal lebih patuh lagi kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Jangan sampai kita yang diberikan akal dan petunjuk justru lebih durhaka daripada bumi yang tidak berakal. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang taat dan senantiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi hari yang agung itu. Aamiin.
📜 Ayat 2-6 — Al-Insyiqaq
Terjemah — Al-Insyiqaq 4
Surat Ayat 4/25 — Al-Insyiqaq الإنشقاق (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Insyiqaq Dengarkan, Al-Insyiqaq Terjemah, Al-Insyiqaq mp3, Al-Insyiqaq pdf. Ayat 2–6. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








