Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- وَأَذِنَتْ: Mendengarkan dengan penuh ketaatan dan kepatuhan.
- لِرَبِّهَا: kepada perintah dan ketetapan Tuhannya.
- وَحُقَّتْ: dan sudah sepantasnya ia taat dan patuh kepada perintah Tuhannya.
Tafsir Ayat:
Pada ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan keadaan langit dan bumi pada hari kiamat. Langit yang selama ini kita lihat begitu kokoh dan megah, pada hari itu akan terbelah dan pecah karena perintah Allah. Demikian pula bumi yang kita pijak ini akan dibentangkan, gunung-gunungnya dihancurkan, dan segala isi perutnya—termasuk orang-orang yang telah mati—akan dimuntahkan keluar.
Yang menjadi pelajaran berharga di sini adalah bahwa langit dan bumi, keduanya mendengarkan perintah Tuhannya dengan penuh ketaatan dan kerendahan hati. Mereka tidak membantah, tidak menolak, dan tidak bertanya mengapa. Mereka langsung patuh kepada perintah Allah. Dan memang sudah sepantasnya mereka taat, karena Allah adalah Pencipta, Pemilik, dan Pengatur seluruh alam semesta.
Perhatikanlah! Makhluk yang tidak berakal seperti langit dan bumi saja begitu patuh kepada Allah, lalu bagaimana dengan kita yang telah diberi akal, hati, dan petunjuk? Tidakkah kita malu jika masih enggan menaati perintah Allah? Padahal ketaatan langit dan bumi kepada Allah adalah ketaatan yang bersifat alamiah (kauniyah), sedangkan ketaatan kita adalah ketaatan yang bernilai pahala dan ganjaran surgawi.
Ayat ini juga mengajarkan kita tentang hakikat kepatuhan seorang hamba kepada Rabb-nya. Sebagaimana langit dan bumi "mendengar" perintah Allah, maka kita pun harus "mendengar" perintah Allah dengan telinga hati yang penuh keikhlasan, bukan dengan keterpaksaan. Ketaatan yang lahir dari kesadaran bahwa Allah berhak untuk ditaati akan melahirkan ketenangan jiwa dan kebahagiaan hakiki.
Sungguh indah jika kita meneladani ketaatan alam semesta ini. Jika langit dan bumi yang begitu besar dan perkasa tunduk kepada Allah, maka sudah sepantasnya kita yang lemah dan kecil ini juga tunduk kepada-Nya dengan penuh cinta dan harap. Jangan sampai kita lebih durhaka daripada langit dan bumi yang tidak berakal. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa mendengar dan taat kepada perintah-Nya, serta menjauhkan kita dari sifat sombong dan membangkang. Aamiin.
📜 Ayat 3-7 — Al-Insyiqaq
Terjemah — Al-Insyiqaq 5
Surat Ayat 5/25 — Al-Insyiqaq الإنشقاق (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Insyiqaq Dengarkan, Al-Insyiqaq Terjemah, Al-Insyiqaq mp3, Al-Insyiqaq pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








