Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أُذُنٌ: Orang yang suka mendengarkan (segala sesuatu yang dikatakan kepadanya) dan mempercayainya.
- يُؤْمِنُ بِاللَّهِ: Beriman kepada Allah dengan keimanan yang benar dan tulus.
- يُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ: Membenarkan dan mempercayai apa yang disampaikan oleh orang-orang mukmin yang jujur.
- عَذَابٌ أَلِيمٌ: Siksa yang sangat pedih dan menyakitkan.
Tafsir Ayat:
Di antara orang-orang munafik itu ada segolongan yang menyakiti Nabi Muhammad ﷺ dengan ucapan-ucapan mereka yang keji. Mereka berkata, "Sesungguhnya Muhammad itu adalah *udzun* — orang yang terlalu mudah mendengar dan mempercayai segala sesuatu yang dikatakan kepadanya, sehingga ia tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang dusta." Mereka menganggap kelembutan dan kelapangan hati beliau sebagai kekurangan, padahal justru itulah kemuliaan akhlak beliau.
Allah ﷻ memerintahkan Nabi-Nya untuk menjawab tuduhan hina itu dengan jawaban yang tegas dan penuh hikmah: *"Katakanlah: 'Dia itu adalah pendengar yang baik untuk kalian.'"* Maksudnya, jika benar beliau mendengarkan setiap perkataan, maka pendengaran beliau itu adalah kebaikan bagi kalian, bukan keburukan. Beliau ﷺ mendengarkan wahyu dari Allah, beriman kepada Allah, dan membenarkan orang-orang mukmin yang jujur dalam perkataan mereka. Beliau tidak mempercayai orang-orang munafik yang dusta, karena Allah telah memberitahukan keadaan mereka kepada beliau.
Lebih dari itu, kehadiran beliau ﷺ adalah rahmat yang besar bagi orang-orang yang beriman di antara kalian. Beliau adalah rahmat yang membimbing mereka dari kegelapan menuju cahaya, dari kesesatan menuju petunjuk, dan dari kebodohan menuju ilmu. Maka betapa bodohnya orang-orang yang menganggap rahmat yang agung ini sebagai sesuatu yang hina!
Kemudian Allah ﷻ menutup ayat ini dengan ancaman yang sangat tegas: *"Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah, bagi mereka azab yang pedih."* Ini adalah peringatan keras bagi siapa saja yang berani menyakiti Rasulullah ﷺ, baik dengan perkataan maupun perbuatan, baik di masa hidup beliau maupun setelah wafat beliau — karena menyakiti beliau berarti menyakiti Allah dan Rasul-Nya, dan balasannya adalah siksa yang sangat menyakitkan di akhirat kelak.
Renungan dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita betapa agungnya kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah. Beliau adalah rahmat yang diutus untuk seluruh alam, bukan sekadar pendengar biasa yang mudah ditipu. Tuduhan orang-orang munafik itu hanyalah bentuk kebencian mereka terhadap kebaikan dan kebenaran.
Marilah kita jadikan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ sebagai bagian dari iman kita. Kita tidak boleh menyakiti beliau dengan perbuatan ataupun perkataan, bahkan setelah wafatnya, karena menyakiti beliau berarti menyakiti Allah. Sebaliknya, kita harus mengikuti sunnahnya, mencintai keluarganya, dan menghormati para sahabatnya. Barangsiapa yang berpegang teguh kepada petunjuk beliau, maka ia akan selamat di dunia dan akhirat, dan akan merasakan manisnya iman dalam hatinya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk umatnya yang dicintai dan mendapatkan syafaatnya di hari kiamat kelak. Aamiin.
📜 Ayat 59-63 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 61
Surat At-Taubah Ayat 61 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan…Surat Ayat 61/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 59–63. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







