Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Arā'aitum (أَرَأَيْتُمْ): Kabarkanlah kepadaku atau terangkanlah kepadaku.
- Mā anzala Allāhu (مَا أَنزَلَ اللَّهُ): Apa yang Allah ciptakan dan karuniakan.
- Min rizqin (مِن رِّزْقٍ): Dari rezeki berupa tanaman, buah-buahan, hewan ternak, dan berbagai kebaikan lainnya.
- Ḥarāman wa ḥalālan (حَرَامًا وَحَلَالًا): Sebagian kalian haramkan dan sebagian lagi kalian halalkan tanpa dasar syariat.
- Āllāhu adzina lakum (آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ): Apakah Allah memberikan izin kepada kalian untuk menetapkan hukum ini?
- Taftarūn (تَفْتَرُونَ): Kalian mengada-adakan kebohongan atas nama Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada orang-orang musyrik yang dengan seenaknya mengatur urusan agama dan rezeki: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang Allah turunkan dan karuniakan untuk kalian — berupa tanaman, hewan ternak, dan berbagai nikmat lainnya — lalu kalian jadikan sebagian darinya haram dan sebagian lagi halal menurut hawa nafsu kalian sendiri, tanpa ada dalil dari Allah."
Kemudian Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk menegur mereka dengan pertanyaan yang menusuk: "Apakah Allah memberi izin kepada kalian untuk menetapkan hukum ini? Ataukah kalian hanya mengada-ada dan berdusta atas nama Allah?" Pertanyaan ini adalah sanggahan yang tegas, karena tidak ada seorang pun yang berhak menetapkan halal dan haram kecuali Allah semata. Jika mereka mengaku bahwa Allah mengizinkan, maka mereka harus mendatangkan bukti. Dan jika tidak, maka mereka terbukti sebagai pendusta yang memfitnah Allah.
Ayat ini merupakan peringatan keras bagi siapa saja yang berani mengubah ketentuan Allah, menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal tanpa dasar syariat yang sahih. Ini adalah bentuk kedzaliman terbesar, karena mereka menempatkan diri mereka pada posisi yang hanya milik Allah, yaitu posisi pembuat syariat.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk tunduk sepenuhnya kepada Allah dalam segala hal, termasuk dalam urusan halal dan haram. Janganlah kita menjadi seperti orang-orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan, lalu dengan beraninya menetapkan hukum atas nama Allah tanpa ilmu. Ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Syariat-Nya hadir sebagai rahmat, bukan beban. Maka marilah kita jauhi sikap berlebihan dalam beragama, dan jangan pernah menetapkan hukum kecuali berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah yang shahih. Sesungguhnya kebahagiaan sejati ada pada ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan pada mengikuti hawa nafsu dan tradisi yang menyimpang. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa menjaga syariat-Nya dengan ilmu dan keikhlasan.
📜 Ayat 57-61 — Yunus
Terjemah — Yunus 59
Surat Yunus Ayat 59 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu…Surat Ayat 59/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 57–61. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








