Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Yaftarūna: Mengada-adakan kebohongan.
- Lażū Faḍl: Sungguh memiliki karunia dan keutamaan yang besar.
- Lā yasykurūn: Tidak bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku seiman, renungkanlah pertanyaan yang sangat tegas dan menggetarkan hati ini: "Apa dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat nanti?" Pertanyaan ini bukan sekadar bertanya, melainkan sebuah teguran keras dan peringatan yang dalam. Mereka yang dengan lancang menghalalkan apa yang Allah halalkan atau mengharamkan apa yang Allah halalkan, atau menetapkan syariat tanpa dasar dari Allah, sesungguhnya mereka sedang berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri. Apakah mereka menyangka bahwa Allah akan membiarkan mereka begitu saja? Apakah mereka mengira bahwa pada hari pembalasan nanti mereka akan dimaafkan tanpa hisab? Tentu tidak! Mereka akan menuai akibat dari kebohongan dan kedustaan mereka.
Namun di balik peringatan yang tegas ini, Allah menyelipkan kabar tentang kelembutan dan kasih sayang-Nya. Allah berfirman: *"Sesungguhnya Allah benar-benar memiliki karunia yang melimpah kepada manusia."* Betapa agungnya Allah! Meskipun mereka berdusta atas nama-Nya, Allah masih memberikan tenggang waktu, tidak menyegerakan azab, dan membuka pintu taubat selebar-lebarnya bagi siapa saja yang mau kembali. Inilah puncak keutamaan dan kemurahan Allah. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak menyadari dan tidak mensyukuri karunia agung ini. Mereka justru terus-menerus berada dalam kebohongan dan kesombongan.
Saudaraku, marilah kita renungkan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita. Jika Allah menghendaki, Dia bisa saja menyiksa para pendusta itu di dunia ini seketika itu juga. Namun Allah menahan azab-Nya, memberi mereka kesempatan untuk bertobat, dan bahkan masih melimpahkan rezeki serta nikmat kepada mereka. Ini semua adalah bukti cinta Allah kepada hamba-Nya. Maka, janganlah kita termasuk golongan yang tidak bersyukur. Mari kita gunakan setiap hembusan napas kita untuk taat kepada Allah, menjauhi segala bentuk kebohongan, dan senantiasa bersyukur atas segala karunia-Nya. Karena sesungguhnya, kebahagiaan sejati terletak pada kejujuran, ketakwaan, dan rasa syukur yang tulus kepada Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
📜 Ayat 58-62 — Yunus
Terjemah — Yunus 60
Surat Yunus Ayat 60 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari…Surat Ayat 60/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 58–62. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








