Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- مَلَئِهِ: para pembesar dan pemuka kaumnya.
- بِآيَاتِنَا: dengan mukjizat-mukjizat dan bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran mereka.
- فَاسْتَكْبَرُوا: mereka menyombongkan diri dan enggan menerima kebenaran.
- مُجْرِمِينَ: orang-orang yang berbuat dosa besar, yaitu kufur dan mendustakan rasul-rasul Allah.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah mengutus para rasul sebelumnya kepada kaum-kaum yang telah disebutkan, Allah kembali mengutus Nabi Musa dan saudaranya Nabi Harun 'alaihimassalam kepada Fir'aun, raja Mesir, beserta para pembesar dan pemuka kaumnya. Mereka diutus dengan membawa sembilan mukjizat yang nyata sebagai bukti kebenaran risalah mereka, seperti tongkat yang berubah menjadi ular, tangan yang bercahaya putih, dan berbagai tanda kekuasaan Allah lainnya.
Akan tetapi, Fir'aun dan para pembesarnya menyombongkan diri dan enggan menerima kebenaran yang dibawa oleh Musa dan Harun. Mereka menolak untuk beriman dan tunduk kepada Allah, bahkan mereka terus-menerus berada dalam kekufuran dan kemaksiatan. Mereka adalah kaum yang tenggelam dalam perbuatan dosa dan kejahatan, mendustakan ayat-ayat Allah dan mengingkari nikmat-Nya.
Kisah ini menunjukkan bahwa kesombongan dan keangkuhan terhadap kebenaran adalah sebab kehancuran suatu kaum. Fir'aun yang mengaku sebagai tuhan, bersama para pembesarnya, akhirnya ditenggelamkan oleh Allah di laut sebagai balasan atas keangkuhan dan kejahatan mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Allah mengutus para rasul secara berkesinambungan kepada umat manusia, dari satu generasi ke generasi berikutnya, dengan membawa petunjuk dan cahaya kebenaran. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, tidak membiarkan mereka dalam kegelapan tanpa petunjuk.
Namun, sikap sombong dan enggan menerima kebenaran adalah penyakit yang telah membinasakan umat-umat terdahulu. Fir'aun dan para pembesarnya memiliki kekuasaan, harta, dan pengikut yang banyak, tetapi semua itu tidak menyelamatkan mereka dari azab Allah ketika mereka menolak kebenaran.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran untuk senantiasa merendahkan hati di hadapan kebenaran. Jangan sampai kesombongan, kedudukan, atau harta membuat kita enggan menerima nasihat dan petunjuk. Sesungguhnya, orang yang beruntung adalah mereka yang mau menerima kebenaran dari siapa pun datangnya, dan bersegera kembali kepada Allah sebelum datangnya azab yang tidak dapat ditolak.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang rendah hati, mudah menerima kebenaran, dan istiqamah di atas jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 73-77 — Yunus
Terjemah — Yunus 75
Surat Yunus Ayat 75 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada…Surat Ayat 75/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 73–77. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








