Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْحَقُّ (al-haqq): Kebenaran yang nyata, yaitu mukjizat-mukjizat yang dibawa oleh Nabi Musa 'alaihissalam sebagai bukti kenabiannya.
- مِنْ عِندِنَا (min 'indina): Dari sisi Kami (Allah), yakni wahyu dan mukjizat yang bersumber dari Allah, bukan buatan manusia.
- سِحْرٌ مُبِينٌ (siḥrun mubīn): Sihir yang jelas dan nyata.
Tafsir Ayat:
Ketika kebenaran yang hakiki datang kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya—yaitu mukjizat-mukjizat besar yang Allah karuniakan kepada Nabi Musa dan Harun 'alaihimassalam, seperti tongkat yang berubah menjadi ular besar dan tangan yang bercahaya putih—mereka sebenarnya mengetahui dengan yakin bahwa hal itu bukanlah sihir. Mereka mengenali kebenaran itu dengan jelas, karena mukjizat tersebut tampak begitu nyata dan tidak mungkin ditiru oleh para penyihir mana pun.
Akan tetapi, karena kesombongan, keangkuhan, dan kedurhakaan yang telah mendarah daging dalam hati mereka, mereka dengan serta-merta menolak kebenaran itu. Mereka berkata dengan nada menentang: "Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata." Mereka menyebut mukjizat yang agung itu sebagai sihir belaka, padahal di lubuk hati mereka, mereka tahu bahwa itu adalah kebenaran dari Allah.
Sungguh ironis, mereka yang selama ini mempraktikkan sihir dan mengakuinya sebagai keahlian mereka, justru menuduh mukjizat para nabi sebagai sihir. Ini menunjukkan betapa butanya hati mereka terhadap kebenaran, dan betapa mereka lebih memilih kekufuran daripada keimanan, hanya karena takut kehilangan kekuasaan dan kedudukan duniawi.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya hati yang bersih dan rendah hati dalam menerima kebenaran. Fir'aun dan kaumnya tidak menerima kebenaran bukan karena kebenaran itu samar atau tidak jelas, melainkan karena kesombongan dan kecintaan mereka pada kedudukan dunia.
Maka, marilah kita senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan hati yang lapang dan ikhlas dalam menerima kebenaran, di mana pun ia berada. Jangan sampai kita menolak kebenaran hanya karena datangnya dari orang yang tidak kita sukai, atau karena kita takut kehilangan kepentingan duniawi. Ingatlah bahwa kebenaran dari Allah adalah cahaya yang menerangi jalan hidup kita menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagaimana mukjizat Musa yang nyata itu tetap tertolak oleh hati yang keras, maka hati yang lunak dan tunduk kepada Allah akan selalu mudah menerima petunjuk-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berbahagia karena menerima kebenaran dengan hati yang tenang dan penuh keimanan. Aamiin.
📜 Ayat 74-78 — Yunus
Terjemah — Yunus 76
Surat Yunus Ayat 76 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami,…Surat Ayat 76/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 74–78. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








