Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ūlū baqiyyah: Orang-orang yang memiliki kelebihan kebaikan, keutamaan, dan kecerdasan berpikir.
- Atrafū fīh: Kenikmatan duniawi yang melimpah yang mereka tenggelam di dalamnya.
- Mujrimīn: Orang-orang yang terus-menerus berbuat dosa dan kekufuran.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mencela umat-umat terdahulu yang telah dibinasakan karena kezaliman mereka. Allah berfirman: "Mengapa tidak ada di antara umat-umat sebelum kalian orang-orang yang memiliki keutamaan dan kebaikan yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, serta melarang manusia dari berbuat kerusakan di muka bumi?" Namun sayangnya, hanya sedikit sekali dari mereka yang melaksanakan tugas mulia ini—yaitu orang-orang yang beriman dan mengikuti para nabi—dan merekalah yang Allah selamatkan dari azab ketika kebinasaan menimpa kaum yang zalim.
Adapun kebanyakan dari mereka yang zalim, mereka justru mengikuti segala kenikmatan duniawi yang mereka tenggelami, berupa syahwat dan kesenangan yang melalaikan. Mereka terus larut dalam kemewahan hidup tanpa memikirkan akibat perbuatan mereka. Mereka adalah orang-orang yang bergelimang dosa dan kekufuran, sehingga pantaslah mereka mendapatkan azab yang pedih.
Ayat ini mengandung pelajaran berharga: bahwa kelangsungan suatu umat dan keselamatan mereka dari kebinasaan sangat bergantung pada keberadaan orang-orang saleh yang berani menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar. Ketika orang-orang baik tidak lagi peduli terhadap kerusakan yang terjadi, maka kehancuran akan segera tiba.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa mulianya kedudukan orang-orang yang berani menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mereka adalah "ūlū baqiyyah"—orang-orang pilihan yang menjadi sebab keselamatan bagi diri mereka sendiri dan rahmat bagi lingkungan sekitarnya.
Marilah kita renungkan: jika kita ingin selamat dari berbagai musibah dan bencana yang melanda negeri kita, maka hendaklah kita menjadi bagian dari orang-orang yang peduli terhadap kondisi sekitar. Jangan biarkan kemaksiatan dan kerusakan merajalela tanpa ada yang meluruskannya. Mulailah dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat kita.
Ingatlah bahwa kenikmatan duniawi yang melimpah bisa menjadi ujian yang menjerumuskan. Banyak orang yang tertipu oleh kemewahan hidup sehingga lupa akan tujuan penciptaan mereka. Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebut dalam ayat ini—mereka yang mengikuti apa yang mereka nikmati dan terus bergelimang dalam kemaksiatan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang saleh, yang selalu berusaha menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran di muka bumi ini. Aamiin.
📜 Ayat 114-118 — Hud
Terjemah — Hud 116
Surat Hud Ayat 116 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang…Surat Ayat 116/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 114–118. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








