Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-Kata:
- "Tha'aam" (طعام): Makanan yang kalian berdua makan sehari-hari.
- "Turzaqaanihi" (تُرْزَقَانِهِ): Yang diberikan kepada kalian sebagai rezeki.
- "Nabba'tukuma" (نَبَّأْتُكُمَا): Aku kabarkan dan jelaskan kepada kalian berdua.
- "Ta'wiil" (تَأْوِيلِهِ): Penafsiran, hakikat, dan bagaimana keadaan makanan tersebut.
- "Millah" (مِلَّةَ): Agama dan keyakinan.
Tafsir Lengkap:
Nabi Yusuf 'alaihissalam berkata kepada kedua pemuda yang berada di penjara bersamanya — seorang pelayan raja dan seorang pembuat roti — dengan penuh keyakinan dan ketenangan: "Tidak akan datang kepada kalian berdua suatu makanan yang menjadi rezeki kalian, baik itu makanan yang biasa kalian santap maupun makanan yang kalian lihat dalam mimpi, melainkan aku akan memberitahukan kepada kalian tentang hakikatnya, jenisnya, dan bagaimana keadaannya sebelum makanan itu benar-benar datang kepada kalian. Ini bukanlah ramalan atau tebakan kosong, dan bukan pula ilmu perbintangan atau sihir. Ini semua adalah ilmu yang Allah Ta'ala ajarkan kepadaku melalui wahyu-Nya."
Kemudian Nabi Yusuf menjelaskan sumber ilmu tersebut seraya berkata: "Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang telah diajarkan kepadaku oleh Tuhanku, karena aku telah beriman kepada-Nya dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama kaum yang tidak beriman kepada Allah, dan mereka terhadap hari akhirat adalah orang-orang yang mengingkarinya. Mereka tidak percaya akan adanya kebangkitan, hisab, dan pembalasan."
Dalam ayat ini, Nabi Yusuf 'alaihissalam mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga: bahwa ilmu yang bermanfaat dan kebenaran hakiki itu bersumber dari Allah semata. Ia tidak pernah tercampuri oleh kebohongan, perdukunan, atau ramalan-ramalan palsu. Dan ia juga mengajarkan bahwa keimanan kepada Allah dan hari akhirat adalah fondasi utama yang menjadikan seseorang mampu meninggalkan kebatilan dan berpegang teguh pada kebenaran, meskipun ia berada di tengah kaum yang ingkar.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku, lihatlah bagaimana Allah memuliakan hamba-Nya yang bertakwa! Nabi Yusuf yang berada dalam penjara, justru dijadikan oleh Allah sebagai sumber ilmu dan hikmah bagi orang-orang di sekitarnya. Ini membuktikan bahwa kemuliaan sejati bukan terletak pada jabatan atau kebebasan fisik, melainkan pada keimanan dan kedekatan diri kepada Allah. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan mengajarinya ilmu yang bermanfaat dan menjadikannya bermanfaat bagi umat manusia. Sebagaimana firman Allah: "Dan bertakwalah kepada Allah; Allah akan mengajarkanmu segala sesuatu" (QS. Al-Baqarah: 282). Maka jadikanlah iman dan takwa sebagai bekal utama kita dalam menjalani kehidupan ini, niscaya Allah akan membukakan pintu-pintu kebaikan dan ilmu yang tidak pernah kita sangka-sangka.
📜 Ayat 35-39 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 37
Surat Yusuf Ayat 37 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Yusuf berkata: "Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan…Surat Ayat 37/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 35–39. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








