Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- *Al-Malik*: Raja Mesir pada masa itu.
- *I'tuni bih*: Bawalah dia (Yusuf) kepadaku.
- *Ar-Rasul*: Utusan khusus yang diutus raja.
- *Ma balun*: Bagaimana keadaan atau perkara sebenarnya.
- *Qaththa'na aidiyahunna*: Wanita-wanita yang melukai dan memotong tangan mereka (karena terkejut melihat ketampanan Yusuf).
- *Kaiduhunna*: Tipu daya dan muslihat mereka terhadap Yusuf.
Tafsir Ayat:
Ketika utusan raja menyampaikan kabar tentang kemampuan Yusuf menafsirkan mimpi, raja pun sangat terkesan dan ingin segera bertemu dengannya. Beliau memerintahkan para pembantunya: "Bawalah orang itu kepadaku!" Maka berangkatlah utusan kerajaan menuju penjara untuk menjemput Yusuf.
Namun, betapa mulianya akhlak dan tingginya kesadaran Yusuf akan kehormatan dirinya. Beliau tidak serta-merta melompat gembira dan bergegas keluar. Beliau justru berkata kepada utusan itu: "Kembalilah kepada tuanmu (raja), dan tanyakanlah kepadanya: 'Bagaimana sebenarnya perkara wanita-wanita yang melukai tangan-tangan mereka itu?'" Yusuf ingin kebenaran dan kesucian namanya ditegakkan terlebih dahulu di hadapan publik sebelum beliau keluar dari penjara. Beliau tidak mau orang-orang mengira bahwa beliau keluar karena telah terbukti bersalah, padahal beliau tidak bersalah sama sekali.
Yusuf tidak menyebut nama istri Al-Aziz secara langsung dalam pertanyaannya, sebagai bentuk adab dan penghormatan beliau kepada wanita itu serta menjaga aib rumah tangga tuannya. Beliau hanya menyebut para wanita lain yang hadir dalam peristiwa itu. Beliau kemudian menegaskan: "Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengetahui segala tipu daya mereka." Ini adalah pernyataan tawakal dan keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala mengetahui seluruh kebenaran, dan tidak ada satu pun muslihat yang tersembunyi dari-Nya.
Pesan Dakwah dan Hikmah:
Sungguh indah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini! Yusuf 'alaihissalam mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kehormatan dan membela kebenaran dengan cara yang santun dan bijaksana. Beliau tidak marah, tidak menuduh, dan tidak membalas dendam. Beliau hanya meminta agar kebenaran ditegakkan, karena kebenaran adalah milik Allah dan akan selalu menang.
Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa kesabaran itu berbuah manis. Setelah bertahun-tahun menderita dalam penjara karena fitnah, Allah Subhanahu wa Ta'ala akhirnya mengangkat derajatnya dan memuliakannya di hadapan raja. Jangan pernah lelah berbuat baik dan menjaga integritas, karena Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Percayalah, setiap air mata kesabaran akan diganti dengan senyuman kemenangan, sebagaimana yang Allah karuniakan kepada Nabi Yusuf.
📜 Ayat 48-52 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 50
Surat Yusuf Ayat 50 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Raja berkata: "Bawalah dia kepadaku". Maka tatkala utusan itu datang…Surat Ayat 50/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 48–52. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Wednesday, August 19, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








