Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Khaṭbukunna (خَطْبُكُنَّ): Perkara atau urusan kalian.
- Rāwadtunna (رَاوَدتُّنَّ): Kalian menggoda dan mengajak dengan tipu daya.
- Ḥāsha lillāh (حَاشَ لِلَّهِ): Mustahil dan jauh sekali dari kebenaran, Maha Suci Allah dari segala kekurangan.
- Ḥaṣḥaṣa (حَصْحَصَ): Telah jelas, nyata, dan tampak terang setelah sebelumnya tersembunyi.
Tafsir Ayat:
Ketika kebenaran mulai tersingkap dan fitnah yang dilemparkan kepada Nabi Yusuf ‘alaihissalam mulai terkuak, raja mengumpulkan para wanita yang hadir pada peristiwa memotong tangan mereka, termasuk istri Al-Aziz. Raja bertanya kepada mereka dengan tegas: "Apa sebenarnya urusan kalian ketika kalian menggoda Yusuf dan berusaha merayunya untuk menuruti keinginan kalian? Apakah kalian melihat darinya sesuatu yang mencurigakan atau perilaku yang buruk?"
Dengan penuh kejujuran dan kesaksian yang tulus, mereka menjawab: "Mahasuci Allah, kami tidak mengetahui sedikit pun keburukan atau aib pada diri Yusuf. Dia adalah pemuda yang suci, bersih, dan jauh dari segala perbuatan keji."
Mendengar pengakuan mereka, istri Al-Aziz tidak dapat lagi menyembunyikan kebenaran. Ia pun angkat bicara dengan jujur dan menyesal: "Sekarang barulah kebenaran itu tampak jelas dan nyata. Akulah yang sebenarnya menggoda Yusuf dan berusaha merayunya, bukan dia yang menggoda diriku. Dan sesungguhnya Yusuf adalah seorang yang benar-benar jujur dan tulus dalam segala perkataannya, termasuk ketika ia menolak godaanku dan membela dirinya dari tuduhan keji yang kulemparkan kepadanya."
Hikmah dan Pelajaran:
Ayat yang agung ini mengajarkan kita bahwa kebenaran, betapapun lama tertutup oleh kebohongan dan tipu daya, pasti akan tampak dan bersinar pada akhirnya. Allah Maha Mengetahui segala yang tersembunyi, dan Dia senantiasa membela hamba-hamba-Nya yang saleh dan bertakwa.
Kisah ini juga menunjukkan betapa mulianya akhlak Nabi Yusuf ‘alaihissalam yang menjaga kesucian diri, bersabar dalam menghadapi fitnah, dan tetap jujur meskipun harus menanggung penderitaan. Keteguhan iman dan ketakwaannya kepada Allah menjadi perisai yang menyelamatkannya dari perbuatan keji.
Bagi kita, kisah ini menjadi pelajaran berharga bahwa kejujuran dan kesucian diri adalah perhiasan yang paling indah bagi seorang mukmin. Jangan pernah takut untuk berada di atas kebenaran meskipun sendirian, karena Allah bersama orang-orang yang jujur dan bertakwa. Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. An-Nahl: 128)
Marilah kita jadikan kisah Nabi Yusuf ini sebagai cermin untuk selalu menjaga diri dari godaan hawa nafsu, bersabar dalam menghadapi ujian, dan yakin bahwa pertolongan Allah pasti datang bagi hamba-Nya yang sabar dan istiqamah di atas kebenaran.
📜 Ayat 49-53 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 51
Surat Yusuf Ayat 51 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Raja berkata (kepada wanita-wanita itu): "Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda…Surat Ayat 51/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 49–53. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








