Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- الْقُرَىٰ (al-qura): negeri-negeri atau perkampungan penduduk zaman dahulu.
- أَهْلَكْنَاهُمْ (ahlaknāhum): Kami binasakan mereka.
- لَمَّا ظَلَمُوا (lammā ẓalamū): ketika mereka berbuat zalim, yaitu kufur dan mendustakan para rasul.
- لِمَهْلِكِهِم (li-mahlikihim): untuk kebinasaan/kehancuran mereka.
- مَّوْعِدًا (mau‘idā): waktu yang telah ditentukan (ajal).
Tafsir Ayat:
Wahai manusia yang berakal, perhatikanlah! Negeri-negeri yang telah disebutkan sebelumnya—seperti negeri kaum ‘Ād, Tsamūd, kaum Lūth, dan kaum Syu‘aib—semuanya telah Kami binasakan dengan azab yang pedih. Mereka tidak Kami binasakan secara zalim, melainkan karena mereka sendiri yang berlaku zalim, yaitu kufur kepada Allah, mendustakan rasul-rasul-Nya, dan terus-menerus tenggelam dalam kemaksiatan.
Allah tidak menyegerakan azab kepada mereka secara serta-merta, tetapi memberikan tenggang waktu dan penangguhan. Setiap umat memiliki ajal yang telah ditentukan. Ketika waktu itu tiba, tidak ada yang mampu menunda atau mempercepatnya. Maka datanglah azab Allah kepada mereka tepat pada saat yang telah ditetapkan, dan tidak ada seorang pun yang dapat menghindar.
Ayat ini mengandung pelajaran besar bagi kita: kezaliman tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Allah. Namun, Allah Maha Penyayang lagi Maha Sabar. Dia memberi kesempatan kepada hamba-hamba-Nya untuk bertobat sebelum datangnya ajal. Janganlah kita termasuk orang-orang yang lalai, karena setiap umat dan setiap jiwa pasti akan menghadapi saat perhitungannya masing-masing.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah kehancuran umat-umat terdahulu bukanlah sekadar dongeng sejarah. Ia adalah pelajaran yang hidup dan peringatan yang nyata bagi kita. Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya, tetapi manusialah yang menzalimi dirinya sendiri dengan kekufuran dan kemaksiatan.
Betapa indahnya kasih sayang Allah yang memberi kita kesempatan untuk bertobat sebelum ajal menjemput. Pintu taubat masih terbuka lebar selama nyawa masih di badan. Janganlah kita menunda-nunda taubat, karena kita tidak pernah tahu kapan ajal itu tiba. Setiap hari yang kita lalui adalah anugerah yang seharusnya kita isi dengan ketaatan dan kebaikan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu menjaga iman dan amal saleh. Jauhilah segala bentuk kezaliman, baik kepada Allah, kepada sesama manusia, maupun kepada diri sendiri. Karena sesungguhnya, kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara, dan akhirat adalah kampung yang kekal. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung, yang selamat dari azab-Nya dan memperoleh ridha serta surga-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 57-61 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 59
Surat Al-Kahf Ayat 59 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim,…Surat Ayat 59/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 57–61. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








