Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Wāriduhā: Orang yang melewati/mendatanginya, yaitu melewati jembatan (Shirāth) yang terbentang di atas neraka.
- Hatman maqḍiyyan: Suatu ketetapan yang pasti dan telah diputuskan oleh Allah, tidak bisa dihindari dan tidak ada yang bisa menolaknya.
Tafsir:
Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun dari kalian—baik yang beriman maupun yang kafir, yang taat maupun yang durhaka—melainkan pasti akan melewati neraka. Maksudnya, setiap orang akan melewati Shirāth (jembatan) yang terbentang di atas permukaan neraka Jahanam menuju surga. Ini adalah ketetapan Allah yang mutlak dan pasti terjadi, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindar darinya, karena Allah telah menetapkannya sebagai bagian dari ujian dan proses menuju kehidupan akhirat.
Namun perlu dipahami, bagi orang-orang beriman yang bertakwa, mereka akan melewatinya dengan cepat bagaikan kilat, atau seperti hembusan angin, atau seperti kuda yang berlari kencang—selamat dan tidak terluka. Sedangkan bagi orang-orang yang lalai dan bergelimang dosa, mereka akan tertahan di atasnya sesuai dengan kadar amal perbuatan mereka di dunia, hingga akhirnya Allah menyelamatkan siapa yang Dia kehendaki dengan rahmat-Nya, dan menjatuhkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam neraka dengan keadilan-Nya.
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat dalam: bahwa setiap jiwa pasti akan merasakan dahsyatnya hari kiamat dan menyaksikan neraka dengan mata kepala sendiri. Tidak ada seorang pun yang bisa lolos dari "singgah" di tempat tersebut. Namun bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, Allah akan menjadikan hal itu sebagai ujian yang ringan dan kemudian menyelamatkan mereka. Maka betapa beruntungnya orang yang mempersiapkan diri dengan iman dan amal saleh, dan betapa ruginya orang yang lalai hingga ia terseret ke dalam api neraka.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah pengingat yang sangat agung bagi kita semua. Bayangkan, setiap dari kita pasti akan berdiri di hadapan neraka dan melewati jembatan yang terbentang di atasnya. Ini bukanlah sesuatu yang bisa kita hindari, melainkan kepastian yang telah ditetapkan oleh Allah Yang Maha Bijaksana. Namun kabar gembiranya, Allah tidak membiarkan hamba-Nya yang beriman berjalan sendirian di atas Shirāth itu. Iman, amal saleh, dan ketakwaan kita di dunia akan menjadi cahaya yang menerangi langkah kita di sana.
Maka marilah kita jadikan ayat ini sebagai cambuk untuk terus memperbaiki diri. Setiap sujud, setiap sedekah, setiap kebaikan sekecil apa pun akan menjadi bekal berharga saat kita melewati jembatan itu. Jangan biarkan diri kita termasuk golongan yang lalai, karena penyesalan di akhirat tidak akan pernah bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Mari kita songsong hari itu dengan hati yang bersih, amal yang banyak, dan harapan akan rahmat Allah yang luas. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya.
📜 Ayat 69-73 — Maryam
Terjemah — Maryam 71
Surat Maryam Ayat 71 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu.…Surat Ayat 71/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 69–73. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








