Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- مَا أَنزَلَ اللَّهُ : Apa yang Allah turunkan berupa Al-Qur'an dan petunjuk (hidayah).
- أَلْفَيْنَا : Kami dapati / kami temui.
- آبَاءَنَا : Nenek moyang kami / bapak-bapak kami.
- لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا : Tidak memahami/memikirkan sesuatu pun (tentang kebenaran).
- وَلَا يَهْتَدُونَ : Dan tidak mendapat petunjuk ke jalan yang benar.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan sikap keras kepala dan keengganan orang-orang musyrik dalam menerima kebenaran. Ketika orang-orang beriman menasihati mereka dengan penuh kasih sayang, "Ikutilah apa yang telah Allah turunkan berupa Al-Qur'an dan petunjuk-Nya yang membawa kepada kebaikan dunia dan akhirat," mereka justru menjawab dengan sombong dan membangkang, "Tidak! Kami tidak akan mengikuti ajaranmu. Kami cukup mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami berupa keyakinan, tradisi, dan kebiasaan mereka."
Sungguh suatu jawaban yang sangat disayangkan! Mereka menolak wahyu Allah yang jelas dan memilih warisan nenek moyang yang belum tentu benar. Allah kemudian membantah sikap mereka dengan pertanyaan yang menohok, "Apakah mereka tetap akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang itu tidak memahami sesuatu pun tentang agama yang benar, tidak memiliki ilmu yang bermanfaat, dan tidak pula mendapat petunjuk ke jalan yang lurus?"
Pertanyaan ini menunjukkan betapa tidak masuk akalnya sikap mereka. Bagaimana mungkin seseorang meninggalkan petunjuk Allah yang jelas dan terang, lalu memilih mengikuti orang-orang yang buta akan kebenaran? Ini adalah bentuk taqlid buta (ikut-ikutan tanpa dasar ilmu) yang sangat dicela dalam Islam.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga: bahwa kebenaran tidak diukur oleh banyaknya pengikut atau lamanya sebuah tradisi diwariskan. Kebenaran hanyalah apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Islam datang untuk membebaskan manusia dari belenggu taklid buta dan kebodohan warisan nenek moyang yang menyimpang.
Maka jadilah pribadi yang cerdas dan kritis, yang selalu mencari kebenaran dengan ilmu dan dalil. Jangan pernah merasa cukup dengan perkataan "ini sudah menjadi kebiasaan orang tua kita" jika kebiasaan itu bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Ingatlah, Allah mencintai hamba-Nya yang menggunakan akal untuk merenungkan ayat-ayat-Nya, dan membenci mereka yang menutup mata dan telinga dari kebenaran. Mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam setiap langkah kehidupan kita, karena di dalamnya terdapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
📜 Ayat 168-172 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 170
Surat Al-Baqarah Ayat 170 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan…Surat Ayat 170/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 168–172. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








