Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- As-Su' (السوء): Dosa dan perbuatan buruk yang menyusahkan pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat.
- Al-Fahsyā' (الفحشاء): Perbuatan keji yang sangat buruk dan melampaui batas, seperti zina, kemaksiatan besar, dan segala perbuatan yang dibenci Allah.
- An Taqūlū 'alallāhi mā lā ta'lamūn (أن تقولوا على الله ما لا تعلمون): Berbicara atas nama Allah tanpa ilmu, seperti menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal tanpa dasar syariat.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini melanjutkan peringatan Allah tentang tipu daya musuh manusia, yaitu setan. Allah menjelaskan bahwa setan itu tidak pernah menyuruh kepada kebaikan, melainkan hanya menyuruh kepada tiga perkara yang menjadi pangkal segala kebinasaan:
Pertama, setan menyuruh manusia berbuat *as-su'*, yaitu segala dosa dan perbuatan buruk yang membuat hati gelisah dan menimbulkan penyesalan. Ini mencakup semua pelanggaran terhadap perintah Allah yang kadar keburukannya masih di tingkat bawah, seperti dusta, menggunjing, dan perbuatan maksiat lainnya.
Kedua, setan menyuruh manusia melakukan *al-fahsyā'*, yaitu perbuatan keji yang sangat besar dosanya dan melampaui batas kemanusiaan, seperti zina, minum khamar, mencuri, membunuh tanpa hak, dan segala kemaksiatan yang mengundang murka Allah dan kerusakan masyarakat.
Ketiga, yang paling berbahaya, setan menyuruh manusia berbicara atas nama Allah tanpa ilmu. Ini adalah pintu terbesar kerusakan agama, yaitu dengan berani memfatwakan halal dan haram, membuat aturan-aturan agama, atau menetapkan keyakinan-keyakinan tanpa bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah yang sahih. Inilah yang dilakukan oleh orang-orang musyrik zaman dahulu ketika mereka mengharamkan sebagian binatang ternak dan tanaman dengan mengaku bahwa itu ketetapan Allah, padahal Allah tidak pernah menetapkannya.
Allah menegaskan bahwa setan hanya mampu "memerintahkan" dan "membisikkan", tetapi manusia diberi akal dan hidayah untuk memilih. Maka barangsiapa yang mengikuti bisikan setan, ia telah menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam kebinasaan.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah peringatan sekaligus obat penawar bagi hati. Setan itu musuh yang nyata, dan ia tidak pernah lelah membisikkan keburukan kepada kita. Namun Allah Yang Maha Penyayang telah memberitahukan tipu daya musuh kita ini agar kita waspada.
Marilah kita jadikan ilmu sebagai benteng pertahanan. Setiap kali kita ingin berbicara tentang agama, bertanyalah kepada ahlinya, rujuklah kepada Al-Qur'an dan Sunnah. Jangan biarkan lisan kita mengucapkan sesuatu atas nama Allah tanpa dasar yang jelas, karena itu adalah dosa yang paling besar di antara dosa-dosa lainnya.
Dan ingatlah, setiap kali bisikan setan datang mengajak kepada kemaksiatan, di situlah kesempatan kita untuk membuktikan kecintaan kita kepada Allah. Dengan menjauhi bisikan setan, kita sedang mendekatkan diri kepada Allah yang mencintai hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Sungguh, manisnya ketaatan jauh melebihi kenikmatan maksiat yang hanya sesaat. Allah tidak pernah melarang sesuatu kecuali karena di dalamnya ada keburukan untuk kita, dan tidak pernah memerintahkan sesuatu kecuali karena di dalamnya ada kebaikan untuk kita. Maka berbahagialah orang yang menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidupnya, karena ia telah memilih jalan yang lurus menuju surga yang penuh kenikmatan abadi.
📜 Ayat 167-171 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 169
Surat Al-Baqarah Ayat 169 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji,…Surat Ayat 169/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 167–171. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








