Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- I'tadau: Melampaui batas, yakni melanggar larangan Allah.
- As-Sabt: Hari Sabtu, hari yang diwajibkan bagi Bani Israil untuk beribadah dan dilarang melakukan pekerjaan duniawi, termasuk berburu ikan.
- Qirodah: Kera (bentuk jamak dari qird).
- Khosi'in: Hina, terhina, terusir, dan dijauhkan dari rahmat Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum Yahudi yang hidup pada masa Nabi Muhammad ﷺ, sesungguhnya kalian benar-benar mengetahui dengan jelas kisah nenek moyang kalian yang melanggar ketentuan Allah pada hari Sabtu. Mereka adalah penduduk sebuah desa di pesisir pantai yang Allah uji dengan banyaknya ikan yang muncul di permukaan air pada hari Sabtu, sementara pada hari-hari lainnya ikan-ikan itu tidak tampak.
Mereka diperintahkan untuk mengagungkan hari Sabtu dan tidak boleh bekerja pada hari itu, termasuk menangkap ikan. Namun, hawa nafsu dan kelicikan mereka mengalahkan ketaatan. Mereka membuat tipu daya yang tampak "halal" di mata lahiriah: mereka memasang jaring dan menggali kolam-kolam sebelum hari Sabtu, lalu ikan-ikan itu masuk ke dalam perangkap tersebut pada hari Sabtu, dan mereka mengambilnya pada hari Ahad. Dengan demikian, mereka mengira telah mengelabui Allah, padahal Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
Maka Allah pun menghukum mereka dengan hukuman yang setimpal dan menjadi pelajaran bagi umat-umat setelahnya. Allah berfirman kepada mereka: "Jadilah kalian kera yang hina!" Maka seketika itu pula mereka berubah menjadi kera-kera yang menjijikkan, terusir dari rahmat Allah, dan tidak memiliki keturunan yang berkelanjutan. Ini adalah bukti nyata bahwa Allah tidak pernah lengah terhadap orang-orang yang melanggar batas-batas-Nya, dan bahwa tipu daya yang buruk hanya akan kembali kepada pelakunya sendiri.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan pelajaran hidup yang abadi. Allah menguji hamba-Nya dengan hal-hal yang tampak kecil, namun di balik itu tersimpan ujian keimanan yang besar. Kaum itu gagal karena mereka meremehkan larangan Allah dan mencari-cari "celah" untuk menghalalkan yang haram.
Betapa banyak di zaman sekarang orang yang bermain-main dengan hukum Allah, mencari dalih dan alasan untuk membenarkan perbuatan yang dilarang. Padahal, Allah tidak melihat bentuk lahiriah amal, tetapi Dia melihat niat dan ketakwaan hati. Orang yang beriman tidak akan mencari "trik" untuk melanggar perintah Allah, tetapi ia akan berusaha menjauhi larangan-Nya dengan penuh keikhlasan dan rasa takut.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin. Jangan pernah meremehkan dosa-dosa kecil, karena dosa kecil yang terus-menerus dilakukan akan menjadi besar di sisi Allah. Dan jangan pernah berpikir bahwa kita bisa "menipu" Allah dengan tipu daya kita, karena Allah Maha Melihat lagi Maha Mengetahui segala yang tersembunyi di dalam dada.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat licik dan melampaui batas, serta menjadikan kita hamba-hamba yang taat, jujur, dan istiqamah di atas jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 63-67 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 65
Surat Al-Baqarah Ayat 65 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada…Surat Ayat 65/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 63–67. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








