Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تَوَلَّيْتُمْ : Kalian berpaling dan membelakangi (perintah Allah).
- مِن بَعْدِ ذَٰلِكَ : Setelah perjanjian yang kokoh itu (perjanjian Bani Israil untuk mengamalkan Taurat).
- فَلَوْلَا : Maka sekiranya tidak ada.
- الْخَاسِرِينَ : Orang-orang yang merugi (di dunia dan akhirat).
Tafsir Ayat:
Setelah Allah mengambil perjanjian yang sangat kuat dari Bani Israil—saat gunung diangkat di atas kepala mereka sebagai peringatan agar mereka mau menerima Taurat dengan sungguh-sungguh—ternyata mereka tetap saja berpaling dan membangkang. Mereka tidak menepati janji tersebut, bahkan melanggar perintah-perintah Allah yang terkandung di dalam kitab suci mereka.
Sungguh, ini adalah kebiasaan buruk mereka: setiap kali Allah memberikan nikmat dan bukti kebenaran, mereka justru berpaling dan durhaka. Namun, Allah dengan kasih sayang-Nya yang Mahaluas tidak serta-merta menghancurkan mereka. Sekiranya bukan karena karunia Allah yang melimpah dan rahmat-Nya yang agung—yang memberi mereka kesempatan untuk bertobat, mengampuni dosa-dosa mereka, dan menunda azab—niscaya mereka akan menjadi golongan yang merugi total. Mereka akan binasa di dunia dengan azab yang menyegerakan, dan merugi di akhirat dengan siksa yang kekal.
Akan tetapi, Allah membuka pintu taubat bagi mereka. Inilah bukti betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, meskipun mereka sering berbuat salah dan melanggar perjanjian.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang keutamaan taubat dan luasnya rahmat Allah. Bayangkan, Bani Israil telah melakukan pelanggaran yang sangat berat—mereka mengingkari perjanjian di hadapan gunung yang diangkat di atas kepala mereka! Namun, Allah tetap membuka pintu ampunan bagi mereka.
Ini menunjukkan bahwa rahmat Allah itu mendahului murka-Nya. Setiap kali kita berbuat dosa, Allah tidak pernah menutup pintu taubat selama nyawa masih di kerongkongan. Allah selalu menunggu hamba-Nya kembali dengan penuh kasih sayang.
Maka, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, betapa pun besarnya dosa yang telah kita lakukan. Pintu taubat selalu terbuka lebar. Yang penting adalah kesungguhan kita untuk kembali kepada Allah, menyesali kesalahan, bertekad tidak mengulanginya, dan memperbanyak istighfar.
Sebaliknya, kita juga harus berhati-hati agar tidak menjadi hamba yang suka mengingkari janji kepada Allah. Setiap kali kita beribadah, berdoa, atau berjanji untuk taat, hendaknya kita jaga dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang merugi karena menyia-nyiakan nikmat dan kesempatan yang Allah berikan.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah di atas ketaatan, dan semoga kita senantiasa berada dalam naungan karunia serta rahmat-Nya yang tiada henti. Aamiin.
📜 Ayat 62-66 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 64
Surat Al-Baqarah Ayat 64 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak…Surat Ayat 64/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 62–66. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








