Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- أَعُوذُ بِاللَّهِ: Aku berlindung kepada Allah.
- هُزُوًا: Bahan ejekan dan olok-olokan.
- الْجَاهِلِينَ: Orang-orang yang bodoh yang tidak mengetahui adab dan batas-batas syariat.
Tafsir Ayat:
Wahai Bani Israil, ingatlah kisah nenek moyang kalian yang penuh dengan sikap keras kepala dan banyak membantah. Ketika Nabi Musa 'alaihissalam menyampaikan perintah Allah kepada mereka untuk menyembelih seekor sapi betina, mereka bukannya segera mematuhi perintah tersebut, melainkan justru berkata dengan nada mengejek: "Apakah engkau menjadikan kami sebagai bahan tertawaan dan olok-olokan? Kami bertanya kepadamu tentang perkara orang yang terbunuh, tetapi engkau malah menyuruh kami menyembelih sapi?!"
Sungguh, perkataan mereka ini lahir dari kebodohan dan ketidakmampuan mereka memahami hikmah di balik perintah Allah. Mereka mengira bahwa perintah menyembelih sapi itu tidak ada hubungannya dengan pertanyaan mereka tentang orang yang terbunuh, padahal Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Maka Nabi Musa 'alaihissalam menjawab dengan penuh keagungan dan kesantunan: "Aku berlindung kepada Allah dari menjadi termasuk orang-orang yang bodoh yang suka mengolok-olok dan mempermainkan manusia." Beliau menegaskan bahwa seorang nabi yang mulia tidak akan pernah melakukan perbuatan hina seperti itu, karena mengolok-olok adalah perbuatan orang-orang yang jahil, bukan perbuatan para utusan Allah.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita beberapa pelajaran berharga. Pertama, seorang mukmin hendaknya segera melaksanakan perintah Allah tanpa banyak bertanya dan membantah, karena di balik setiap perintah Allah pasti terdapat hikmah yang agung meskipun akal kita belum mampu menjangkaunya. Kedua, kita dilarang keras mengolok-olok atau mempermainkan orang lain, terlebih lagi terhadap perintah-perintah agama. Ketiga, kita harus senantiasa berlindung kepada Allah dari sifat-sifat orang jahil yang merendahkan orang lain.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga agar kita senantiasa taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan penuh keikhlasan dan keyakinan, karena sesungguhnya di dalam ketaatan itu terdapat kebaikan dunia dan akhirat. Betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk bersikap santun dan bijaksana dalam berdakwah, sebagaimana teladan Nabi Musa 'alaihissalam yang menjawab pertanyaan kaumnya dengan penuh kelembutan dan perlindungan kepada Allah.
📜 Ayat 65-69 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 67
Surat Al-Baqarah Ayat 67 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh…Surat Ayat 67/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 65–69. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








