Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- فَتَنَّا: Kami telah menguji dan memberikan cobaan.
- قَوْمَكَ: Kaummu, yaitu Bani Israil yang ditinggalkan sementara oleh Nabi Musa.
- مِن بَعْدِكَ: Setelah kepergianmu (ke bukit Thursina untuk menerima wahyu).
- أَضَلَّهُمُ: Menyesatkan mereka.
- السَّامِرِيُّ: Seorang munafik dari kalangan Bani Israil yang membuat patung anak sapi dari perhiasan emas.
Tafsir Ayat:
Allah ﷻ berfirman kepada Nabi Musa 'alaihissalam: "Sesungguhnya Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan mereka menuju bukit Thursina. Ujian itu berupa kesempatan yang Kami berikan kepada seorang munafik bernama Samiri untuk menyesatkan mereka. Samiri mengumpulkan perhiasan emas milik Bani Israil, kemudian meleburnya menjadi patung anak sapi yang mengeluarkan suara. Ia mengajak mereka untuk menyembah patung itu, dan mereka pun mengikutinya dengan penuh kesesatan."
Ujian ini menjadi bukti nyata bahwa keimanan sebagian besar Bani Israil belum tertanam kuat di dalam hati mereka. Mereka mudah tergoda oleh tipu daya Samiri yang pandai berbicara dan memanfaatkan kelemahan iman mereka. Padahal, mereka telah menyaksikan mukjizat-mukjizat besar yang Allah perlihatkan melalui tangan Nabi Musa, seperti terbelahnya laut dan turunnya manna serta salwa. Namun, ketika Nabi Musa pergi sesaat, mereka lupa dan berpaling kepada kesyirikan.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku kaum muslimin, kisah ini mengajarkan kita tentang pentingnya keteguhan iman dan kewaspadaan terhadap tipu daya orang-orang munafik. Seorang mukmin yang imannya kuat tidak akan mudah goyah oleh bujuk rayu siapa pun, meskipun orang tersebut pandai berbicara dan memiliki pengaruh. Allah ﷻ menguji hamba-Nya untuk mengetahui siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang hanya sekadar mengaku.
Oleh karena itu, perkuatlah iman dan keyakinanmu dengan mempelajari Al-Qur'an dan sunnah, serta perbanyaklah berdoa kepada Allah agar senantiasa ditetapkan hati di atas agama-Nya. Janganlah engkau tertipu oleh gemerlap dunia dan tipu daya setan yang selalu berusaha menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Ingatlah bahwa kesesatan itu berawal dari kelengahan dan kelemahan iman, sebagaimana yang terjadi pada Bani Israil ketika ditinggalkan oleh Nabi Musa. Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah yang menyesatkan dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang teguh di atas kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 83-87 — Taha
Terjemah — Taha 85
Surat Taha Ayat 85 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Allah berfirman: "Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu…Surat Ayat 85/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 83–87. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








