Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَن نَّبْرَحَ — kami tidak akan berhenti / tidak akan meninggalkan.
- عَاكِفِينَ — orang-orang yang menetap dan tekun beribadah (dengan penuh pengabdian).
- يَرْجِعَ — kembali.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan sikap keras kepala dan kesesatan Bani Israil ketika mereka menyembah patung anak sapi buatan Samiri. Ketika Nabi Harun 'alaihissalam menasihati mereka dan melarang perbuatan syirik itu, mereka justru menjawab dengan tegas: "Kami tidak akan berhenti menyembah patung anak sapi ini, kami akan terus menetap dan tekun dalam ibadah kami kepadanya, sampai Nabi Musa kembali kepada kami."
Ucapan ini menunjukkan betapa dalamnya fitnah (ujian) yang menimpa mereka. Mereka lebih memilih patung yang tidak dapat memberi manfaat maupun mudarat, daripada menunggu petunjuk dari Nabi mereka yang sedang bermunajat kepada Allah di bukit Thursina. Mereka berkata dengan nada menantang dan keras kepala, seolah-olah mereka tidak peduli dengan peringatan dan nasihat Nabi Harun.
Sungguh, ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Betapa bahayanya hawa nafsu dan kebodohan ketika seseorang sudah terlanjur jatuh ke dalam kesesatan. Mereka rela meninggalkan ibadah kepada Allah Yang Maha Pencipta, dan menggantinya dengan menyembah patung buatan tangan manusia sendiri. Padahal, Allah-lah yang telah mengeluarkan mereka dari tanah Mesir, membelah lautan untuk mereka, dan menurunkan makanan dari langit berupa mann dan salwa.
Pelajaran dan Nasihat:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa istiqamah di atas kebenaran dan tidak mudah tergoda oleh kesesatan, meskipun banyak orang yang mengikutinya. Janganlah kita menjadi seperti Bani Israil yang lebih memilih kesesatan daripada petunjuk, dan lebih mendahulukan hawa nafsu daripada wahyu Allah.
Marilah kita jadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup kita. Janganlah kita menunggu datangnya kebenaran dari selain Allah dan Rasul-Nya. Ketika kebenaran sudah jelas, maka ikutilah ia dengan segera, dan janganlah kita menunda-nunda atau bersikap keras kepala seperti mereka.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi kita dari fitnah kesesatan dan meneguhkan hati kita di atas agama-Nya yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 89-93 — Taha
Terjemah — Taha 91
Surat Taha Ayat 91 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka menjawab: "Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini,…Surat Ayat 91/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 89–93. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








